Categories: Olahraga

Juni, Bukan Bulan Impian Robert Lewandowski

BERLIN (RIAUPOS.CO) – Juni sudah bersama klub yang baru. Juni mencatatkan penampilan terbaik bersama timnas Polandia.

Harapan baik pada bulan ini tidak dirasakan oleh bomber Bayern Munchen Robert Lewandowski ketika dirinya dianugerahi gelar Sepatu Emas Eropa untuk kali kedua beruntun, Kamis (9/6/2022).

Sampai saat ini, Lewy –sapaan akrab Robert Lewandowski– masih menemui jalan buntu terkait masa depannya di Bayern.

Keinginan untuk meninggalkan Die Roten dan bergabung dengan FC Barcelona mendapat resistansi. Bayern merasa permintaan Lewy yang disampaikan ke publik dianggap tidak etis untuk pemain yang masih terikat kontrak semusim.

”Kontrak itu seharusnya dihormati. Mau jadi apa klub ini jika ada pemain yang seenaknya memutus kontrak lebih awal,’’ kata Presiden Bayern Herbet Hainer seperti dilansir AFP.

Lewy juga disebut belum menyelesaikan friksi dengan der trainer Bayern, Julian Nagelsmann. Yaitu, rencananya untuk mogok latihan saat pramusim.

Sebagai mantan agen Lewy, Artur Wichniarek mengklaim bisikan Pini Zahavi adalah pemicu striker 33 tahun itu memilih cara buruk untuk meninggalkan Bayern setelah sewindu membela klub asal Bavaria tersebut.

Zahavi adalah agen Lewy saat ini. ’’Dia (Lewy) mendapat bisikan yang buruk,’’ ucap Wichniarek kepada Sky Deutschland.

Sejauh ini, Barca telah mengajukan penawaran EUR 32 juta (Rp499,9 miliar) untuk memboyong Lewy. Tetapi, Bayern mematok harga EUR 40 juta (Rp619 miliar).

Saat galau bersama Bayern dan ingin mendapat hiburan bersama timnas Polandia, Lewy malah mendapatkan pengalaman buruk.

Di Koning Boudewijnstadion, Brussels, Lewy bersama Orly –julukan timnas Polandia– hancur dengan kebobolan setengah lusin gol (kalah 1-6) dalam laga grup 4 League A UEFA Nations League kemarin.

Gol ke-76-nya bagi Orly pada menit ke-28 tak bermakna apa-apa saat Belgia memberondong gawang Bartlomiej Dragowski lewat Axel Witsel (42’), Kevin De Bruyne (59’), Leandro Trossard (73’ dan 80’), Leander Dendoncker (84’), serta Lois Openda (90+4’).

Setelah 12 tahun, baru kali ini Polandia merasakan kekalahan dengan kebobolan sampai enam gol. Kali terakhir adalah saat dilibas Spanyol dengan enam gol tanpa balas pada 8 Juni 2010. Itu pun dalam uji coba, bukan laga kompetitif.

”Kami bermain terlalu statis. Kami tidak punya kekuatan untuk menahan bola,’’ kata Lewy yang bermain selama 69 menit kepada TVP Sport.

”Pemain ofensif seperti aku pun harus turun (membantu pertahanan, Red). Sangat menguras tenaga,’’ imbuh pemilik 131 caps tersebut.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…

1 hari ago

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

2 hari ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

4 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

4 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

4 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

4 hari ago