arsenal-tersingkir
NOTTINGHAM (RIAUPOS.CO) – Arsenal tersingkir dari Piala FA usai tumbang di kandang Nottingham Forest dengan skor tipis 0-1. Pelatih mereka, Mikel Arteta, meminta maaf kepada para penggemar. Bertanding di The City Ground, Senin (10/1) dini hari WIB, Arsenal sebetulnya lebih menguasai bola.
Namun, serangan yang dibangun tak pernah berbuah gol. Sebaliknya, Nottingham Forest justru berhasil mencetak gol melalui Lewis Grabban usai memanfaatkan assist dari Ryan Yates di menit ke-83. Usai laga, Arteta mengakui timnya tampil buruk.
"Mereka menang. Mereka mencetak gol dan kami tidak. Kami tidak cukup baik dan kami harus meminta maaf untuk itu," kata Arteta melansir dari BBC, Senin (10/1).
Arteta juga mengatakan bahwa tidak alasan untuk membela anak asuhnya. Baginya, baik atau buruknya permainan harus tetap diakui. Dan pada laga tadi, The Gunners gagal menampilkan yang terbaik dan pantas tersingkir.
"Saya tidak ingin menggunakan alasan, saya berharap tim yang saya keluarkan tampil lebih baik dan ketika Anda tidak bermain, Anda tersingkir," lugasnya.
Ada pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki usai tak mampu menciptakan satu pun tembakan ke arah gawang. Anak asuhnya dinilai tak mampu bermain secara kolektif untuk membangun transisi yang baik. "Hari ini menunjukkan kami tidak mampu menang melawan Forest saat tandang dan tidak menempatkan level untuk memenangkan pertandingan. Ini masalah kolektif dan hari ini kami belum melakukannya," katanya.(jpg)
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…
Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…
BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.