Categories: Olahraga

Titik Baru Rivalitas

LONDON (RIAUPOS.CO) — Tottenham Hotspur adalah titik awal buat Juergen Klopp ketika menapaki kompetisi di tanah Inggris pada 8 Oktober 2015. Sementara Liverpool dan Klopp merupakan titik akhir Jose Mourinho saat masih berstatus pelatih Manchester United pada 18 Desember 2018.

Kembalinya Mourinho ke Premier League, kali ini bersama Spurs per 20 November lalu membuka lagi rekam jejak persaingannya dengan Klopp. Pada matchweek 22 dini hari nanti (12/1) di Tottenham Hotspur Stadium, Spurs akan menjamu Liverpool (siaran langsung Mola App/Mola Matrix/Mola Polytron Streaming 00.30 WIB).

Dalam pre-match press conference kemarin (10/1) di markas Liverpool Melwood, Klopp mengatakan Spurs selalu menjadi lawan sulit buatnya. Sejak datang Oktober 2015 lalu, pelatih 52 tahun itu sudah bertemu 11 kali. Enam kali menang, empat kali seri, dan sekali kalah. Daftar pertemuan Klopp itu semuanya terjadi pada Spurs era Mauricio Pochettino.

"Jose (Mourinho) adalah pelatih kelas dunia dengan pola pikir yang spesifik. Dia ingin selalu menang dan saya menaruh respek sangat besar padanya," kata Klopp dikutip Liverpool Echo. "Jose selalu berusaha memaksimalkan situasi dalam timnya dan seperti itulah seorang manajer bekerja," tambah pelatih yang memberikan titel juara Liga Champions musim lalu buat Liverpool itu.

Klopp kemudian bertutur menyamakan situasi dan sumber daya pemain yang dimiliki Mourinho di Spurs atau saat masih bersama MU pastinya sangat berbeda. Sehingga memprediksi Liverpool akan menang seperti saat pertemuan The Reds versus MU pada Desember 2018 sangat tak relevan.

"Secara teknik skuad Spurs terlalu gampang untuk sekedar bermain dengan konsentrasi bertahan ataupun serangan balik sebagai senjata. Deretan pemain tengahnya, (Christian) Eriksen, (Dele) Alli, (Giovani) Lo Celso, (Lucas) Moura, dan Son (Heung-min) bisa menghasilkan peluang dengan kecepatannya," tutur Klopp. "Pemain belakang mereka, (Serge) Aurier dan (Ryan) Sessegnon pun bergerak cepat," tambah pelatih dengan persentase kemenangan 60,3 persen.

Mantan pelatih Mainz 05 dan Borussia Dortmund tersebut juga enggan memikirkan terlalu jauh menyamai status The Invincibles milik Arsenal musim 2003-2004 lalu. Jika terlalu memikirkan statistik hanya itu yang didapatnya. Dan bukan gelar.

Mirror menulis sejak kedatangan Klopp di Liverpool 8 Oktober arus keluar dan masuk pemain yang datang sangatlah radikal. Dari laga pertama Klopp versus Spurs, diantara 18 nama pemain saat itu tinggal menyisakan James Milner, Adam Lallana, Divock Origi, dan Nathaniel Clyne. Sedang yang tak masuk skuad saat itu Dejan Lovren, Jordan Henderson, dan Roberto Firmino. (eca)

Laporan JPG, London

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Jelang Imlek 2026, Lalu Lintas Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar Melonjak 35 Persen

Jelang Imlek 2026, trafik Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar naik hingga 35 persen, arus ke Sumbar…

40 menit ago

Jawab Tantangan Iklim Tropis, RS Awal Bros Hadirkan Solusi Kesehatan Rambut

RS Awal Bros Hangtuah luncurkan Hair Center pertama di Riau, hadirkan solusi medis rambut berbasis…

57 menit ago

Ramp Check Gabungan di Siak, Pastikan Bus dan Angkutan Barang Laik Jalan

Polres Siak gelar ramp check gabungan dalam Operasi LK 2026 untuk pastikan angkutan umum dan…

1 jam ago

Wabup Rohul Hadiri Bolimau Adat, Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H

Tradisi bolimau adat di Luhak Kepenuhan jadi momentum sucikan diri dan pererat ukhuwah jelang Ramadan…

2 jam ago

Lewat Metode Saminiyyah, Dosen UIR Bimbing Disabilitas Belajar Al-Qur’an

UIR gelar PkM bimbingan spiritual dan baca tulis Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas di Riau bekerja…

2 jam ago

Jalan Licin Diduga Tumpahan CPO, Sejumlah Pengendara Terjatuh di Duri

Diduga tumpahan CPO di Gate 117 Duri sebabkan pengendara motor terjatuh. Polisi lakukan penanganan dan…

3 jam ago