Categories: Olahraga

Dapat Teror Penonton, Indonesia Pertahankan Tradisi Medali

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tim voli putri Indonesia berhasil mempertahankan tradisi medali pada ajang SEA Games. Pada edisi tahun ini di Filipina, Indonesia berhasil meraih perunggu. Pada perebutan peringkat ketiga, Indonesia mengalahkan tuan rumah Filipina dengan skor 3-2 di Phillsports Arena, Metro Manila, Senin (9/12).

Wilda Nurfadhilah Sugandi dkk mengawali pertandingan dengan bagus meski mendapatkan teror dari suporter tuan rumah. Pengumpulan poin berlangsung dengan ketat meski akhirnya mampu mengakhiri set pertama dengan skor 25-20.

Memasuki set kedua, pertandingan berlangsung lebih alot. Tuan rumah yang tidak ingin malu di kandang, terus menekan melalui Mary Joy dan sang kapten Marabo Abigail.

Hasilnya, mereka bisa menyamakan kedudukan via keunggulan 26-24. Kedudukan 1-1 membuat semangat tim Indonesia bangkit dan merebut set ketiga dengan skor telak 25-15.

Pada set keempat, Filipina kembali bangkit dan menang 25-20. Kedudukan menjadi 2-2, pertandingan berlanjut pada babak penentuan.

Pada set kelima, tim tuan rumah semakin mendapatkan dukungan penuh penonton. Namun, pada akhirnya, Indonesia menang 16-14 dan berhak mendapatkan perunggu.

"Alhamdulillah tetap dapat medali setelah menang 3-2. Pertandingan tadi penuh tekanan. Tidak hanya dari tim lawan, tapi juga dari penonton yang memadati stadion," kata manajer tim bola voli Indonesia Santiaji Gunawan seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, kunci kemenangan tim putri hari ini adalah ketenangan. Apalagi kualitas pemain kedua tim hampir setara. Selain ketenangan, yang membedakan kualitas kedua tim adalah semangat.

Emas voli putri direbut Thailand. Mereka menjungkalkan Vietnam dengan skor telak 3-0 (25-15, 25-15, 25-17).

Gelar ini adalah medali emas ke-12 bagi Thailand. Mereka terus mendominasi sejak SEA Games 1995 di Chiang Mai. Pada SEA Games 1999 di Bandar Seri Begawan, voli putri tidak dipertandingkan.

Sedangkan bagi Indonesia, perunggu ini adalah bukti bahwa voli putri masih bisa menjaga tradisi di Asia Tenggara. Dalam tujuh SEA Games terakhir sejak 2007 di Nakhon Ratchasima, Thailand, kita selalu mendulang medali. Terbaik adalah ketika meraih perak pada SEA Games 2017 di Kuala Lumpur.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Makam Remaja Korban Dugaan Perundungan Dibongkar, Polisi Cari Fakta Baru

Polda Riau membongkar makam remaja yang diduga menjadi korban perundungan. Hasil autopsi akan menjadi bukti…

1 hari ago

Mobil Ayah Sendiri Digondol Anak Kandung, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

Pria di Kampar ditangkap usai diduga mencuri mobil dan ponsel milik ayah kandungnya. Pelaku juga…

1 hari ago

HSBL Seri Perawang Resmi Bergulir, Siak Bidik Lahirkan Wakil Tangguh ke DBL

Riau Pos-HSBL 2026 Seri Perawang resmi dibuka di GOR Tualang. Pemkab Siak berharap kompetisi melahirkan…

1 hari ago

Teror Monyet Belum Usai, Pembelajaran Daring Diterapkan Demi Keselamatan Siswa

Teror monyet liar di Tembilahan kini mengganggu aktivitas sekolah. Siswa dipulangkan dan pembelajaran daring diterapkan…

1 hari ago

Tiga Hari Dicari, Satu Korban Kapal Tenggelam Ditemukan Tewas, Satu Masih Hilang

Tim SAR menemukan Amir meninggal dunia pada hari ketiga pencarian korban kapal tenggelam di Meranti.…

1 hari ago

Pendaftaran Masih Dibuka, 830 Peserta Sudah Amankan Tempat di Gowes Merdeka

Peserta Riau Pos Gowes Merdeka 2026 telah mencapai 830 orang dari 81 komunitas. Pendaftaran masih…

1 hari ago