Categories: Olahraga

Brazil Lawan Argentina Dibubarkan, Abaikan Regulasi Bikin Malu

SAO PAULO (RIAUPOS.CO) – Argentina sukses mengalahkan tuan rumah Brazil 1-0 dalam final Copa America 2021 di Estadio do Maracana pada 11 Juli lalu. Selang 57 hari setelah laga di Rio de Janeiro tersebut atau kemarin dini hari WIB (6/9/2021), La Albiceleste kembali melawat ke Brazil dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2022.

Sayangnya, kali ini kesuksesan tidak berpihak kepada Argentina. Begitu pula dengan Brazil. Pasalnya, laga di Neo Quimica Arena, Sao Paulo, itu hanya berlangsung enam menit bagi kedua tim.

Itu setelah Badan pengawas kesehatan di Brazil atau Anvisa melalukan interupsi saat laga berjalan. Duel bertajuk Superclasico de las America itu kemudian dihentikan gara-gara ada pelanggaran aturan karantina yang dilakukan oleh empat pemain Argentina.

Keempat pemain itu berasal dari klub Premier League. Yaitu kiper Emiliano Martinez dan winger Emiliano Buendia asal Aston Villa serta gelandang Giovani Lo Celso dan bek Cristian Romero dari Tottenham Hotspur. Perlu diketahui, Inggris masuk dalam empat negara dalam daftar merah Brasil selain India, Afrika Selatan, dan Irlandia Utara.

 Sesuai regulasi setempat, keempat pemain itu semestinya menjalani karantina 14 hari saat masuk wilayah teritori Brasil. Beda dengan regulasi di Venezuela yang sempat dihadapi Argentina empat hari sebelumnya (2/9/2021). Di Venezuela, karantina yang dijalani hanya 3 hari.

 Avinsa dalam keterangannya menyebutkan, empat pemain Argentina itu melakukan kebohongan saat cek imigrasi di bandara Brazil.

”Mereka (empat pemain Argentina,red) menyerahkan dokumen pernyataan para pendatang yang di dalamnya menyebutkan bahwa mereka tidak melewati negara-negara seperti Inggris, India, dan Afrika Selatan,’’ kata CEO Anvisa Barra Torres seperti dikutip Globo Esporte.

Barra pun menyayangkan sikap abai skuad Argentina. Avinsa yang kemudian tahu bahwa empat pemain Argentina itu sebelumnya dari Inggris kemudian meminta mereka menjalani isolasi sambil menunggu upaya deportasi dari pemerintah Brazil. Itu sekaligus membantah anggapan bahwa Avinsa terlambat mengidentifikasi mengingat sudah tiga hari Lionel Messi dkk berada di Brazil. Juga menyangkal kenapa Avinsa baru bertindak setelah pertandingan.

“Isolasi kan bisa dilakukan di hotel tempat mereka tinggal,” ucap Barra. ”Pada kenyataannya, mereka tidak memenuhinya dan tetap nekat berangkat ke stadion,” sambungnya.

Tidak taat prokes (prosedur kesehatan) yang dilakukan skuad Argentina itu pun menuai kecaman dari publik Brazil. Salah satu yang paling frontal adalah politikus sekaligus putra Presiden Brazil Jair Bolsonaro, Flavio Bolsonaro. Politisi dari Partai Patriota itu menuding Argentina sengaja melanggar aturan karantina di Brazil. Sebab, tidak mungkin Argentina tidak paham dengan aturan karantina di Brazil.

”Mereka (Argentina) memainkan trik yang memalukan. Mereka tahu mereka melanggar hukum di Brazil, mencegah Anvisa memberi tahu mereka, lalu memaksakan untuk memasukkan empat pemain dari Inggris,” tutur Bolsonaro Jr dalam cuitan di akun Twitter-nya. ’’Argentina seharusnya mendapat hukuman berat,’’ tandas politisi berusia 40 tahun itu.

Terpisah, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) melalui Presiden Claudio Tapia tetap keras kepala bahwa tidak ada pelanggaran prokes yang dilakukan oleh timnasnya. Padahal, seperti ditulis TyC Sports, AFA berpatokan terhadap aturan Conmebol (Konfederasi Sepak Bola Amerika Latin), sedangkan kualifikasi Piala Dunia 2022 adalah ajang di bawah FIFA dengan aturan yang tidak sepenuhnya sama.

 ”Semua organisasi sudah menyepakati undang-undang kesehatan yang dijadikan acuan dalam semua turnamen, baik itu milik FIFA maupun Conmebol,” kelit Tapia.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Erwan Sani

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tinggal Tunggu SK Mendagri, 19 Desa di Rohul Siap Naik Status

Sebanyak 19 desa persiapan di Rohul tinggal menunggu penetapan kode desa dari Mendagri untuk menjadi…

2 jam ago

30 Ton Ikan Mati, DPRD Minta DLH Transparan Soal Sungai Tapung

DPRD Kampar mendesak DLH segera merilis hasil uji dugaan pencemaran Sungai Tapung setelah 30 ton…

2 jam ago

BPNT Segera Cair di Meranti, 41 Ribu KK Masuk Daftar Penerima

Sebanyak 41 ribu KK di Meranti akan menerima BPNT berupa beras dan minyak. Jumlah penerima…

2 jam ago

Mulai Jumat Ini, ASN Kuansing Kerja dari Kecamatan, Wajib Naik Sepeda!

Pemkab Kuansing terapkan WFH tiap Jumat mulai 24 April. ASN bekerja di kantor camat sesuai…

3 jam ago

146 Peserta Berebut Beasiswa Penuh YPCR 2026, Ini Tahapan yang Harus Dilewati

146 peserta mengikuti seleksi Beasiswa YPCR 2026 di PCR Pekanbaru. Dari 732 pendaftar, hanya sebagian…

3 jam ago

PTPN IV Juara! Turnamen Tenis Regional III 2026 Ditutup Meriah

Turnamen Tenis Piala PTPN IV 2026 di Pekanbaru berakhir meriah, diikuti ratusan peserta dan jadi…

1 hari ago