Categories: Olahraga

Ketagihan Tandem Eksperimen

MADRID (RIAUPOS.CO) – Carlo Ancelotti termasyhur dengan penemuan fenomenal ketika memainkan Andrea Pirlo sebagai deep-lying playmaker saat melatih AC Milan (2002–2009). Padahal, sebelumnya Pirlo lebih dikenal sebagai trequartista ketika berkostum Brescia Calcio dan Inter Milan.

Lebih dari dua dekade berselang, pelatih berjuluk Don Carlo itu melakukannya lagi bersama Real Madrid. Penemuannya tidak terjadi di lini tengah, melainkan di lini belakang ketika Real krisis bek tengah yang ditempati Eder Militao, David Alaba, Antonio Rudiger, dan Nacho.

Aurelien Tchouameni sebagai gelandang bertahan dan Dani Carvajal yang dikenal sebagai bek kanan agresif pun sudah ”dipaksa” Ancelotti bermain sebagai bek tengah. Hanya, itu terjadi ketika stok bek tengah memang sangat minim.

Seperti peran yang dilakukan Tchouameni sebagai tandem Nacho dalam first leg Babak 16 Besar Liga Champions di kandang RB Leipzig, Red Bull Arena, bulan lalu (14/2). Kala itu, Real berhasil menang sekaligus nirbobol (1-0).

Menghadapi second leg di Estadio Santiago Bernabeu dini hari nanti (siaran langsung SCTV/Champions TV 1/Vidio pukul 03.00 WIB), Ancelotti pun ketagihan tandem bek tengah eksperimen.

Meski Rudiger dan Nacho dalam kondisi siap bermain, Don Carlo tertarik kembali memainkan Tchouameni. Duet Tchouameni-Rudiger yang bermain penuh saat Real bermain seri 2-2 secara kontroversial melawan Valencia CF di Estadio Mestalla (3/3) jadi favorit untuk dipertahankan Ancelotti.

”Pilihan itu (memainkan Tchouameni sebagai bek tengah, red) memang darurat. Tetapi, dia mampu memainkan nomor 6 (gelandang bertahan) dan bek tengah dengan sama baiknya,” beber Ancelotti seperti dilansir Marca.

Ucapan pelatih pemenang empat gelar Liga Champions itu bukan untuk membesarkan hati Tchouameni. Musim ini ada enam laga Tchouameni berperan sebagai bek tengah sejak menit pertama. Hasilnya? Real nirkalah dengan 5 kali menang dan 1 kali seri. Empat laga di antaranya juga diakhiri dengan nirbobol.

Bahkan, ketika Tchouameni masuk sebagai bek tengah sejak menit ke-55 saat menghadapi Deportivo Alaves pada jornada ke-18 LALIGA (22/12/2023), gawang Real juga perawan plus menang 1-0.

Sepanjang karier, memang baru musim ini Tchouameni menjalani peran sebagai bek tengah. Pemain 24 tahun itu lumayan tidak kesulitan dalam duel bola atas karena memang didukung postur tegap 188 sentimeter. Tchouameni juga punya nilai plus karena memiliki pergerakan lincah.

”Memang, aku merasa bisa (bermain sebagai bek tengah, red). Tetapi, tetap saja aku lebih enjoy di lini tengah. Bagiku, keperluan tim adalah prioritas,” ungkap Tchouameni kepada Diario AS.(io/c19/dns/jpg)

 

Redaksi

Recent Posts

Dies Natalis ke-4 Universitas Awal Bros Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Universitas Awal Bros rayakan Dies Natalis ke-4 secara hybrid. Berbagai kegiatan digelar hingga pemberian penghargaan…

19 jam ago

Pekanbaru Teken MoU PSEL, Sampah Disulap Jadi Energi Listrik

Pekanbaru teken MoU PSEL untuk olah sampah jadi energi listrik. Proyek ini ditargetkan kurangi beban…

19 jam ago

Buron Usai Jambret Santunan Ramadan Anak Yatim, Pelaku Diciduk di Sumbar

Pelaku jambret uang santunan anak yatim di Pekanbaru ditangkap di Sumbar setelah buron dua pekan.…

22 jam ago

Polisi Ungkap Penimbunan BBM Subsidi, Solar 3.200 Liter Disita

Polisi di Riau menangkap dua pelaku penimbunan BBM subsidi. Ribuan liter solar dan pertalite diamankan,…

23 jam ago

Jadi Aset Pemko, Rusunawa Rumbai Siap Ditata Total

Pemko Pekanbaru mulai membenahi Rusunawa Yos Sudarso. Wako soroti kondisi kumuh dan siap beri keringanan…

23 jam ago

Tarif Parkir Kuliner Cut Nyak Dhien Disorot, Pengunjung Dipatok Rp5.000

Pengunjung kuliner malam Cut Nyak Dhien mengeluhkan tarif parkir hingga Rp5.000. Dishub Pekanbaru janji segera…

23 jam ago