Categories: Olahraga

Mental Tangguh yang Membuat Xhaka Bertahan di Arsenal

 

LONDON (RIAUPOS.CO) – Granit Xhaka jadi salah satu pemain yang paling sering dikecam fans Arsenal. Xhaka begitu mudah dikritik ketika main buruk, kesalahan-kesalahannya di lapangan lebih disorot.

Xhaka sudah bermain di Emirates Stadium sejak tahun 2016 lalu. Dia sudah menempuh sampai 236 penampilan, tapi tidak selalu mendapatkan dukungan penuh dari fans.

Bahkan, Xhaka pernah kehilangan ban kapten karena terlibat cekcok dengan fans pada tahun 2019 lalu. Sejak saat itu, Xhaka tidak bisa bersembunyi dari kritik.

Kritik yang menyerang Xhaka terkadang sampai kelewat batas. Dia pernah dikecam dan berulang kali didesak meninggalkan klub, dianggap tidak pantas membela Arsenal.

Tidak hanya itu, keluarga Xhaka juga jadi korban perundungan di media sosial. Situasi sulit, tapi Xhaka tetap setia bertahan di Arsenal.

"Saya selalu berkata kepada diri sendiri: 'Satu-satunya yang bisa menghentikan diri saya adalah saya sendiri'," ujar Xhaka.

"Tentu saja, cedera dan hal lain semacam itu juga bisa menghentikan Anda bermain, tetapi tidak ada yang bisa memaksa saya berhenti, khususnya orang-orang luar," jelasnya seperti dilansir London Echo.

Xhaka tahu bahwa fans sudah berulang kali mendesaknya pergi dari klub, atau paling tidak mendesak Xhaka untuk dicadangkan. Menariknya, Xhaka punya mentalitas tangguh untuk menghadapi situasi tersebut.

"Saya juga selalu berkata kepada diri saya sendiri: 'Sayalah yang memutuskan kapan saya pergi dari Arsenal, bukan orang lain, bukan fans, bukan orang luar'," sambung Xhaka.

"Ketika saya tidak siap main, saya akan pergi. Namun, selama saya merasa siap dan baik, dan saya bisa membantu tim, saya akan berada di sini," jelas mantan pemain Borussia Moenchengladbach tersebut.

"Namun, pergi karena kritikan orang? Karena pesan-pesan negatif? Karena hal-hal buruk yang mereka katakan dan tulis? Itu tidak mungkin," tandasnya.

Mentalitas inilah yang membuat Xhaka tetap jadi pilihan Mikel Arteta di lini tengah Arsenal. Dia kuat sebagai gelandang, tak mudah diintimidasi lawan, meski kadang kelihatan konyol ketika melakukan pelanggaran yang kadang berbuah kartu merah.

"Dia pemain dengan mental kuat. Dia ikut membantu tim ketika berantakan di awal musim untuk bangkit hingga seperti saat ini," ujar Arteta.

Sumber: London Echo/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

7 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

7 jam ago

Lima Tahun Direstorasi, Mangrove Teluk Pambang Bengkalis Kini Jadi Sorotan Dunia

Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…

7 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

8 jam ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

8 jam ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

9 jam ago