Skuad PSPS saat menjalani latihan fisik jelang laga menghadapi Nusantara United, Jumat (2/2/2024) lalu. Tim PSPS resmi dibubarkan. ( PSPS Riau untuk RiauPos.CO)
PEKANBARU (RIAU POS.CO) – Skuad PSPS Riau langsung dibubarkan setelah menjalani laga terakhir melawan Nusantara United pada babak play-off degradasi Liga 2, Jumat (2/2). Hal tersebut dikatakan Chief Operating Officer (COO) PSPS Riau Edward Riansyah, kemarin.
‘’Tim PSPS sudah resmi bubar karena pemain banyak yang dari Jawa. Mereka langsung pulang ke tempat asal. Ada yang balik ke Pekanbaru, juga” ujar Edward.
Edward mengucapkan terima kasih atas perjuangan dan kerja keras dari pemain, pelatih, dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru terhadap PSPS.
“Kami berharap musim depan bisa mempersiapkan tim yang lebih baik lagi. Kami mengucapkan terima kasih kepada semuanya. Terima kasih juga kami ucapkan kepada pembina klub yaitu Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun yang telah memberikan dukungan yang luar biasa kepada tim,” ungkapnya.
Selain itu, Edward juga mengatakan, para pemain juga mendapatkan bonus dengan total keseluruhan mencapai Rp200 juta.
“Ada bonus yang disiapkan dari tim kepada pemain. Bonus yang disiapkan tim itu ada dari sponsor dan ada juga tambahan dari Wali Kota Muflihun. Total semuanya kalau dikumpulin ada Rp200 juta. Harapannya kami ya bisa lebih baik di musim depan,” pungkasnya.
Pelatih PSPS Riau Ridwan Saragih juga mengucapkan syukur. Harapan dirinya dan seluruh pemain, manajemen dan masyarakat Riau pencinta PSPS terwujud dengan tetap bertahan di Liga 2.
“Alhamdulillah, Allah memberikan hadiah bagi tim Askar Bertuah dan warga Riau, akhirnya PSPS bertahan di Liga 2,” ujarnya.
Diketahui, PSPS Riau berada di posisi kedua dengan perolehan 9 poin di klasemen babak play-off degradasi Grup B. Di mana PSPS dipastikan masih tetap bertahan di Liga 2. Di posisi pertama Nusantara United dengan 10 poin. Sedangkan dua tim lain yang berada di Grup B yakni PSDS dan Persikab terdegradasi ke Liga 3.(eca)
Laporan DOFI ISKANDAR, Pekanbaru
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…