Categories: Pekanbaru

551 Lampu Lampion Sudah Terpasang

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sekitar 551 lampion saat ini sudah terpasang di kawasan Pecinan Pekanbaru atau Jalan Karet, Kecamatan Senapelan.

Pantauan Riau Pos, Senin (5/2), tampak ornamen khas Imlek dengan nuansa serba merah dan gold sudah terpasang disepanjang kawasan Pecinan Pekanbaru tersebut. Saat sore hingga malam hari, banyak masyarakat yang datang untuk sekedar mengabadikan ratusan lampion berwarna merah yang bercahaya ketika malam hari.

Namun tidak ada perayaan yang tampak akan digelar dalam waktu dekat di kawasan tersebut, pasalnya panggung hiburan yang ada di kawasan Pecinan Pekanbaru belum dilakukan pemasangan ornamen khas Imlek seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Dan sejumlah lampion berukuran besar juga tak nampak dipajang di sekitar kawasan wisata Pecinan tersebut.

Menurut Ketua Panitia Imlek Bersama Tahun 2024, Romo Toni Tatanasurya, bahwa pada tahun ini perayaan Imlek disederhanakan karena bertepatan dengan Pemilu 2024.

Sehingga seluruh tim panitia Imlek bersama yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi tionghoa di Kota Pekanbaru sepakat untuk mengadakan kegiatan sosial saja dalam perayaan Imlek tahun ini.

”Jadi sifatnya lebih ke sosial, seperti bakti sosial, terus kita tidak mengadakan kegiatan pada hari Imlek tanggal 10 Februari itu, karena Pemilu berlangsung pada tanggal 14 Februari 2024,” ucapnya.

Meksipun begitu, lanjut Tony untuk pemasangan lampion di kawasan Pecinan tetap dilakukan. Di mana saat ini ada sebanyak 551 lampion berwarna merah yang sudah terpasang dikawasan pariwisata di Kota Pekanbaru itu.

”Lampion jumlahnya sama dengan tahun lalu 551, tapi memang untuk acara yang dipusatkan di Jalan Karet memang tidak kita lakukan tahun ini,” jelasnya.

Dirinya berharap dalam Imlek tahun ini menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Baik dalam bidang perekonomian dan politik bisa lebih stabil, sehingga usaha kreatif bisa lebih menonojol, sesuai dengan tahun Naga saat ini yang merupakan simbol kekuatan, gagah, perkasa, dan memiliki jiwa berjuang keras, sedangkan unsur kayu memiliki simbol pertumbuhan atau regenerasi.

”Kalau semuanya berjalan lancar, kegiatan baru dilaksanakan lagi pada saat Cap Go Meh,” kata Romo Toni.(ayi)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Pemkab Rohul Ajukan Percepatan Jadwal Terbang JCH ke Batam, Ini Alasannya

Pemkab Rohul usulkan percepatan jadwal penerbangan JCH ke Batam demi efisiensi waktu dan kenyamanan jamaah…

14 jam ago

Kuansing Bersiap Jadi Tuan Rumah, 819 Peserta Ramaikan MTQ Riau

Sebanyak 819 peserta siap ikut MTQ Riau 2026 di Kuansing. Persiapan venue, penginapan, dan kawasan…

2 hari ago

Jalan Amblas Depan Kantor Gubernur Riau Langsung Diperbaiki, PUPR Bergerak Cepat

PUPR Riau cepat perbaiki jalan amblas di Sudirman Pekanbaru. Enam ruas jalan sudah dibenahi, tiga…

2 hari ago

Menjamur di Jalan Protokol, Bangunan Liar di Pekanbaru Segera Dibongkar

Bangunan liar menjamur di jalan protokol Pekanbaru. Satpol PP segera lakukan penertiban karena ganggu drainase…

2 hari ago

Wako Pekanbaru Turun Tangan, Drainase dan Sampah Jadi Fokus Utama Atasi Banjir

Wako Pekanbaru tinjau titik banjir dan temukan masalah drainase serta sampah. Pemko siap lakukan revitalisasi…

2 hari ago

Pembelian Pertalite Tak Lagi Pakai Rekomendasi Desa, SPBU Inhu Dorong XStar

SPBU Inhu dorong penggunaan aplikasi XStar untuk BBM subsidi. Warga mengeluh, harga Pertalite di pelosok…

2 hari ago