Categories: Olahraga

Juara Bertahan dalam Ancaman

(RIAUPOS.CO) — Harga mahal harus dibayar juara bertahan Kamerun karena gagal menang atas Ghana pada matchday kedua fase grup F (30/6) yang berujung tertundanya tiket ke 16 besar Piala Afrika. Tim polesan Clarence Seedorf itu tidak boleh kalah dari Benin malam nanti (siaran langsung beIN Sports 3 pukul 23.00 WIB) pada matchday pemungkas.
Sebab, meski masih memimpin grup F dengan 4 poin, posisi The Indomitable Lions–julukan Kamerun–bisa tergusur jika kalah dari Benin yang mengoleksi 2 poin. Semakin buruk bagi Kamerun jika Ghana di waktu bersamaan mampu menang dari Guinea-Bissau. Skenario yang bisa membuat Kamerun melorot ke posisi ketiga.
Memang, masih ada kans Kamerun lolos ke 16 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Tapi, nasib mereka juga bergantung kepada performa para peringkat tiga dari lima grup lainnya.
“Ini (kondisi Kamerun saat ini, red) mungkin tidak baik bagi para pendukung dan tentu saja kami ingin menunjukkan yang lebih baik. Kami tidak pernah menargetkan hasil seri,’’ ucap Seedorf seperti dilansir France 24.
Tapi, Benin kini tengah termotivasi kiprah Madagaskar yang lolos kali pertama ke 16 besar Piala Afrika setelah jadi juara grup B. Ya, The Squirrels Si Tupai–julukan Benin–juga belum pernah merasakan fase knockout selama kiprahnya di Piala Afrika. Dan, itu bisa tercapai jika mereka menang atas Kamerun.
Prestasi tertinggi mereka hanya sampai fase grup. Itu pun hanya di tiga edisi (2004, 2008, dan 2010). Partisipasi tahun ini juga jadi yang pertama setelah mereka absen di empat edisi sebelumnya karena gagal lolos kualifikasi.
“Pertandingan sebelumnya (matchday kedua seri tanpa gol kontra Guinea-Bissau 30/6, red) tidak berakhir seperti yang kami inginkan. Tapi, tentu saja kami ingin membalasnya di laga selanjutnya (melawan Kamerun, red),” kata pelatih Benin Michael Dussuyer.(io/eca)

Laporan JPG, Ismailia

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…

1 jam ago

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.

1 jam ago

Didukung Tokoh Riau, Prof Firdaus Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unri

Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…

1 jam ago

TKA Susulan Digelar 11-14 Mei, Ratusan Siswa Rohil Belum Selesai Ujian

Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…

2 jam ago

Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…

3 jam ago

Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…

3 jam ago