Categories: Olahraga

Analisa Lawan dari Ponsel

RIO DE JANEIRO (RIUAPOS.CO) — Top skorer Venezuela Darwin Machis frustrasi sepanjang 71 menit bermain. Machis susah melepaskan diri dari marking Juan Foyth. Padahal sebelumnya Machis mampu melewati center  back 21 tahun itu saat uji coba di Wanda Metropolitano, Madrid, 23 Maret lalu. Josef Martinez, striker pengganti Venezuela, juga mengalami hal yang sama saat head to head dengan Foyth.

Bek Tottenham Hotspur itu ternyata sudah mempunyai jurus jitu mengenali pemain yang akan jadi lawannya. Selain pengalaman dari pertemuan sebelumnya, Foyth bermodal aplikasi di telepon selulernya. ‘’Saya menuliskan nama pemain itu pada aplikasi itu untuk menganalisanya. Bagaimana dia bermain, kemampuam yang dia punyai. Saya pun bisa melihat statistik lainnya,’’ tutur Foyth, seperti yang dikutip dari AS. 

Dia tidak menyebutkan aplikasi yang dia pakai tersebut. Tetapi, diduga Foyth mencontek data-data dari gim sepak bola “Football Manager” yang dikenal mempunyai statistik mendekati kenyataan. ‘’Saya melakukannya karena agen saya sudah merekomendasinya ke saya sejak saya kecil,’’ beber pemain yang baru tujuh bulan jadi penghuni baru Ezeiza, kamp latihan Argentina. 

Hasil dari analisisnya dengan penampilan Machis jitu, dia selalu berusaha memperlambat  pergerakan diagonal striker 26 tahun itu. Machis cuma mampu bermain-main di area tengah. Di saat upayanya itu sudah berakhir jitu maka setelah ini dia mulai banyak menuliskan nama-nama pemain Selecao, julukan Brasil. 

Walaupun dia sudah familiar dengan beberapa pemain Brasil. Terutama yang sama-sama bermain pada ajang 2017 South America U-20, di antaranya, Lucas Paqueta, Allan, Richarlison,  dan David Neres. ‘’Bahkan, saya sempat sepuluh menit menghadapi Neres saat (semifinal) Liga  Champions,’’ kenang Foyth. Neres salah satu kekuatan Ajax Amsterdam musim lalu. 

Terlepas dari metode yang dia pakai, Foyth salah satu kunci clean sheet Argentina dalam dua laga terakhir Copa America. Entrenador Lionel Scaloni berpeluang menunjuknya lagi main sebagai starter di back four Argentina. ‘’Dia pemain yang tangguh dan punya kecepatan, darinya kami berharap banyak, dia pemain muda yang sudah digembleng membangun serangan sejak di lini belakang oleh klubnya (Spurs),’’ puji Scaloni, dikutip situs France Football.(ren/jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

PSPS Pekanbaru Bungkam Persekat 4-2 dalam Duel Sengit, Gamaroni Hattrick

PSPS Pekanbaru menang 4-2 atas Persekat Tegal. Gamaroni tampil gemilang dengan hattrick dalam laga Pegadaian…

2 jam ago

Avika Raya Yolanda Bawa Misi Digital Cerdas, Wakili Riau ke Tingkat Nasional

Siswi SMP asal Kampar, Avika Raya Yolanda, siap wakili Riau di ajang nasional dengan program…

3 jam ago

Misteri Kerangka di Perairan Meranti Terkuak, Ternyata Korban Lompat dari Kapal

Kerangka manusia di Pulau Rangsang akhirnya teridentifikasi sebagai Nasri, korban lompat dari kapal Dumai Line…

4 jam ago

Kejati Riau Bongkar Dugaan Korupsi Dumai, 11 Lokasi Sudah Digeledah

Kejati Riau telah menggeledah 11 lokasi terkait dugaan korupsi jasa kapal di Dumai dan menyita…

1 hari ago

56 ASN Rohul Berangkat Haji, Bupati Ingatkan Fisik dan Etika

Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…

3 hari ago

Pickup Bertanki Modifikasi Dipakai Timbun Solar, Dua Pelaku Dibekuk

Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…

3 hari ago