Menko PMK Muhadjir Effendy di Veranda Depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (/23/10). (RICARDO/JPNN.COM)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy ikut mengomentari masalah anggaran lem Aibon Rp 82 miliar di DKI Jakarta.
Menurut Muhadjir, hal tersebut hanya salah input data sehingga tidak perlu disalahkan.
"Kalau berdasarkan yang saya baca di media, itukan kekeliruan. Kekeliruan input data. Harus dimaklumilah namanya keliru masa mau disalahkan," kata Muhadjir usai memimpin rakor perdana dengan para menteri di bawah Kemenko PMK, Kamis (31/10).
Dia menyebutkan, setiap orang bisa melakukan kekeliruan. Yang penting setelah tahu keliru dibenahi.
Sebelumnya, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia DPRD DKI Jakarta melalui anggotanya, William Aditya Sarana menyoroti sejumlah anggaran Pemprov DKI Jakarta yang janggal.
Anggaran yang menjadi sorotan PSI dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) 2020, mulai dari anggaran Rp 82,8 miliar untuk pengadaan lem aibon di Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat, pengadaan pulpen sebesar Rp 124 miliar di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur.
Selain itu, anggaran Rp 121 miliar juga ditemukan untuk pengadaan 7.313 unit komputer di Dinas Pendidikan. Lalu, ada beberapa unit peladen senilai Rp 66 miliar dianggarkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik. (esy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
HPT Rohil bersama PMI Pekanbaru berhasil mengumpulkan 150 kantong darah dalam kegiatan donor darah di…
Umri mewisuda 418 lulusan dan terus memperkuat langkah menuju kampus unggul dengan pengembangan fasilitas dan…
Pemko Pekanbaru mulai menerapkan program 1 ASN 1 RW di dua kecamatan dan akan memperluas…
KMP Tirus kembali beroperasi melayani rute Insit-Mengkapan usai baling-baling kapal yang tersangkut jaring selesai diperbaiki.
Dinas Pendidikan Inhil mulai menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru berbasis digital untuk tahun ajaran 2026/2027.
Prof Jimmi Copriady dinilai memiliki rekam jejak kuat dan layak maju sebagai bakal calon Rektor…