Faisal Amir, Mahasiswa Universitas Al Azhar yang sempat kritis karena bentrok dengan aparat saat demonstrasi di depan gedung DPR 23 September lalu. (Istimewa)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Faisal Amir yang menjadi korban kekerasan saat berdemonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Senin (23/9) sudah mulai membaik. Kepada ibunya, Asma Ratu, Faisal mengaku dipukul oleh aparat keamanan hingga kondisinya kritis.
Asma menyampaikan, Faisal hingga kini masih berada di ruang Intensive Care Unit (ICU). Kondisi Faisal yang sebelumnya hilang ingatan, kini sudah berangsur pulih. Dia mencoba mengingat siapa yang menghantamnya saat unjuk rasa mahasiswa.
“Kenapa saya dioperasi? Saya dipukul, dipukul siapa? Aparat. Terus bagaimana pukulnya? Lupa,” kata Asma menirukan percakapan dengan Faisal saat dihubungi JawaPos.com, Senin (30/9).
Asma menyatakan, meski anaknya sudah berangsur mengingat peristiwa mencekam pada Senin lalu, ia tidak mengetahui mengapa dirinya mengalami luka parah di bagian kepala. “Belum (sepenuhnya ingat, Red). Cuma dia bilang dipukul,” terang Asma.
Faisal menitipkan salam untuk mahasiswa yang melakukan unjuk rasa terkait penolakan UU KPK, RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan dan sejumlah UU kontroversial lainnya. Faisal menginginkan agar mahasiswa terus menyuarakan keresahan rakyat.
“Teruskan (perjuangan, Red) kata dia,” ujar Asma menirukan kembali percakapannya dengan Faisal.
Terkait peristiwa ini, lanjut Asma, dirinya bersama tim kuasa hukum sudah melaporkan kejadian ini ke Komnas HAM. Dia berharap Komnas HAM dapat membantu apa yang telah dialami Faisal.
“(Komnas HAM, Red) akan menindaklanjuti dan saya tunggu. Saya akan tunggu janji mereka,” tegas Asma.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Pemko Pekanbaru segera menertibkan kabel fiber optik semrawut, terutama yang tak berizin dan menjuntai karena…
Pacu Jalur Kuansing 2026 ditargetkan mendunia dengan melibatkan anak daerah penguasaan bahasa asing dan promosi…
Kecelakaan truk dan SUV di Kelok 17 menewaskan satu warga Pekanbaru. Tiga korban selamat setelah…
Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…
Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…
Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…