Categories: Nasional

Indikator Kabupaten Layak Anak Dimatangkan

(RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melalui Gugus Tugas terus mematangkan indikator-indikator guna mewujudkan Rokan Hulu sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2020 mendatang.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Rohul yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Rohul H Abdul Haris SSos, MSi yang juga sebagai Ketua Gugus KLA Rohul di Hotel Sapadia Rohul, Rabu (29/8).

Rakor Gugus Tugas KLA yang ditaja Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Rohul itu, dihadiri seluruh instansi terkait, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Rohul, dan organisasi lainnya.

Ketua Gugus KLA Rohul Abdul Haris dalam sambutannya mengatakan,  untuk mewujudkan Rohul sebagai KLA, pemerintah daerah melalui Dissos P3A Rohul dan Gugus Tugas KLA terus berupaya matangkan indikator-indikator yang telah ditetapkan.

Menurutnya, upaya pemerintah daerah itu, dengan melakukan berbagai persiapan, terutama menyempurnakan indikator dalam menciptakan KLA. 

Haris mengatakan, untuk menjadikan Rohul sebagai KLA, Pemkab Rohul telah membentuk kelembagaan di tingkat kabupaten, kecamatan, sampai desa se-Rohul.

 ‘’Kita telah melaksanakan sosialisasi hingga ke tingkat desa. Termasuk kriteria sebagai KLA, meski ada beberapa komponen yang harus diperbaiki, yakni keterlibatan dan peran serta masyarakat dalam kepedulian terhadap persoalan anak,’’ tuturnya.

Sekda menjelaskan, KLA adalah kabupaten yang mampu menjamin serta mewujudkan hak-hak tumbuh kembang anak, baik dalam mendapatkan akte kelahiran, kesehatan dasar, pendidikan formal, serta harus ada pola bimbingan keluarga terhadap anak.

Termasuk pendampingan atau bantuan hukum terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Sehingga Gugus Tugas KLA melibatkan Pengadilan Negeri dengan harapan majelis hakim memberikan solusi dan keadilan, sesuai hukum bagi anak yang berhadapan dengan hukum.(adv)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

5 jam ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

5 jam ago

Sempat Disembunyikan, Toyota Land Cruiser Bupati Kuansing Akhirnya Tiba di Rupbasan KPK

Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…

5 jam ago

Kasus Dugaan Pimpinan Ponpes dan Santri di Kuansing Berakhir Damai, Polisi Tetap Lakukan Pendalaman

Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…

5 jam ago

Diduga Sopir Microsleep, Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas

Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…

1 hari ago

KM Gading 2 Tenggelam di Perairan Tanjung Buton, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang

Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…

1 hari ago