Categories: Nasional

Efektivitas Antiseptik dan Hand Sanitizer untuk Bunuh Virus

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Untuk memutus mata rantai virus corona dari manusia ke manusia cara paling efektif adalah selalu menjaga kebersihan tangan. Sebab virus ini bisa menular melalui percikan dahak dari orang yang sakit dan juga yang menempel pada berbagai benda. Cuci tangan adalah cara paling efektif untuk membunuh kuman, begitu penggunaan antiseptik dan hand sanitizer.

“Kami selalu anjurkan kampanye cuci tangan dengan sabun, dengan air mengalir, dan hand sanitizer. Langsung mandi jika usah pergi dari luar. Dan ingat, jangan menyentuh area wajah,” kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Wiku B. Adisasmito dalam konferensi pers, Senin (30/3).

Menurut Prof Wiku, antiseptik adalah senyawa kimia yang berfungsi menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan hidup yakni kulit. Antiseptik digunakan untuk mencuci tangan, membersihkan kulit terluka, dan mengobati rongga mulut.

“Sedangkan cuci tangan bisa dengan sabun batang atau cair. Serta dengan hand sanitizer yang tersedia di pasaran,” jelasnya.

Kandungan hand sanitizer sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni ethanol 96 persen, gliserol 98 persen, hidrogen peroksida, dan air steril atau aquades. “Tapi penggunaannya jangan berlebihan agar tak sebabkan iritasi kulit. Harus berhati-hati karena mudah terbakar. Apalagi bagi perokok dan yang sedang di dapur,” katanya.

Dalam laman NPR, sebuah studi menemukan bahwa virus dapat bertahan hidup di permukaan keras seperti plastik dan stainless steel hingga 72 jam dan di atas kardus hingga 24 jam. “Virus ini memiliki kemampuan untuk tetap hidup selama berhari-hari,” kata penulis studi, James Lloyd-Smith yang juga asisten profesor ekologi dan biologi evolusi di University of California, Los Angeles.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya memperkirakan waktu bertahan hidup di permukaan beberapa jam hingga beberapa hari. Menariknya, beberapa permukaan kurang ramah terhadap SARS-CoV-2 seperti tembaga, virus itu tetap bertahan sekitar empat jam.

Virus dapat mencemari permukaan ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Tetesan pernapasan atau droplet yang sarat virus dapat mendarat di gagang pintu, tombol lift, pegangan tangan atau meja dan menyebarkan virus ke siapa pun yang kemudian menyentuh permukaan ini. Maka selalu ingat agar jangan menyentuh wajah sebelum tangan kita dicuci dengan sabun.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

16 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

16 jam ago

Lima Tahun Direstorasi, Mangrove Teluk Pambang Bengkalis Kini Jadi Sorotan Dunia

Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…

16 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

17 jam ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

17 jam ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

18 jam ago