Categories: Nasional

22 Sekolah Pekanbaru Diganjar Adiwiyata

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — DINILAI peduli terhadap lingkungan dan kebersihan, sebanyak 22 sekolah yang ada di Kota Pekanbaru, diganjar penghargaan Adiwiyata.  Penerima penghargaan ini dengan rincian 16 sekolah dasar (SD), empat sekolah menengah pertama (SMP) dan dua sekolah menengah atas (SMA). 

Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Dengan adanya program Adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh. 

Adapun tujuan dari Adiwiyata adalah membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.

Penghargaan Sekolah Adiwiyata itu diberikan kepada SD Negeri 16 Pekanbaru, SD Negeri 43 Pekanbaru, SD Negeri 086 Pekanbaru, SD Negeri 94 Pekanbaru, SD Negeri 103 Pekanbaru, dan SD Negeri 116 Pekanbaru. Kemudian SD Negeri 120, Pekanbaru, SD Negeri 132 Pekanbaru, SD Negeri 134 Pekanbaru, dan SD Negeri 162 Pekanbaru. Selanjutnya SD Negeri 170 Pekanbaru, SD Negeri 171 Pekanbaru, SD Negeri 179 Pekanbaru, SD Negeri 188 Pekanbaru dan SD Babussalam,

Sedangkan penghargaan Sekolah Adiwiyata untuk tingkat SMP diberikan kepada SMP Negeri 28, SMP Negeri 35 Pekanbaru, SMP Negeri 36 Pekanbaru, dan SMP Negeri 37 Pekanbaru. Sedangkan penghargaan Sekolah Adiwiyata untuk tingkat SMA diberikan kepada SMA Negeri 007, dan SMA Negeri 11 Pekanbaru.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Drs HM Noer MBS SH MSi MH mengungkapkan, peraihan yang didapat sekolah di Pekanbaru tidak terlepas dari peran Dinas Pendidikan dan kerja keras dari para kepala sekolah, guru dan murid.

"Alhamdullilah, raihan yang kami dapat ini buah kerja keras Disdik dan seluruh kepala sekolah untuk terus mengembangkan program Adiwiyata," kata M Noer, Kamis (28/11).

Dalam kesempatan ini, Ia juga mengucapkan selamat kepada sekolah yang meraih penghargaan. "Semoga perjuangan mengelola lingkungan terus berlanjut di sekolah yang ada di Pekanbaru," kata Sekdako.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, pihaknya sudah memprogramkan itu untuk membentuk sumber daya manusia yang andal dan peduli terhadap lingkungan. Saat ini kata dia, ada 24 kegiatan yang dijalankan di setiap sekolah termasuk ada yang namanya sekolah sehat, sekolah ramah anak dan sekolah adiwiyata. Ada juga sekolah sahabat keluarga dan lainnya termasuk akan membentuk sekolah siaga.

"Kalau untuk sekolah Adiwiyata ini yang berwawasan lingkungan jadi harus bersih, hijau dan peduli lingkungan. Inilah yang selalu kita sampaikan kepada anak- anak," urainya. 

Dikatakannya lagi, tak kalah penting juga diajarkan pola hidup sehat dengan cara pengelolaan sampah yang baik. "Jadi inti penilaiannya bukan hanya dari kerindangan lingkungan sekolah tapi juga bagaimana menanamkan sikap cinta lingkungan. Untuk sekolah Adiwiyata ini sudah kami persiapkan jauh hari," ungkapnya.

Abdul Jamal menjelaskan, untuk penghargaan Adiwiyata sudah banyak sekolah di Pekanbaru yang mendapatkannya, seperti ditahun 2019, ada 22 sekolah yang sudah ditetapkan mendapat penghargaan tersebut ditambah dengan yang sudah mendapatkan penghargaan serupa di tahun sebelumnya.

"Kalau sudah menang di tingkat provinsi akan dibawa ke tingkat nasional, begitu seterusnya sampai ke puncak yang disebut dengan Adiwiyata Mandiri. Di Pekanbaru ini sudah 70 persen sekolah Adiwiyata, penghargaan itu hanya boleh didapatkan sekolah sekali saja tidak bisa berulang- ulang. Jadi kalau dihitung setiap tahunnya sudah banyak sekolah di Pekanbaru yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata," tutupnya.(ADV)

 

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

2 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

2 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

2 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

2 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

2 hari ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

2 hari ago