jual-madu-palsu-beromzet-puluhan-juta-di-tampan-ditangkap
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Polisi Sektor (Polsek) Tampan berhasil mengungkap penjualan madu palsu yang sudah meraup untung puluhan juta dalam satu bulan. Empat orang diamankan yakni A (51), DS (40), MT (21), dan H (42), tersangka yang diamankan ini sudah mengedarkan madu palsu antarprovinsi.
Kapolsek Tampan I Komang Aswatama menjelaskan, para pengedar madu palsu ini diamankan senin (25/10/2021) lalu di wilayah Kecamatan Tampan.
“Mereka bekerja biasanya berempat, ada yang sebagai pemasak, lalu ada yang berperan sebagai pemancing yang berpura-pura ingin membeli dalam jumlah banyak, dan kemudian membuat korban tergiur untuk memesan madu dalam jumlah yang banyak,” kata Kapolsek Tampan.
Madu yang dijual oleh para pelaku ini tidak ada yang berbahan madu asli, melainkan dari air, kopi, asam citrum dan bahan pengembang kue.
Para pelaku membuat madu ini dengan cara memasukan air tawar ke dalam dandang aluminium lalu dipanaskan bersama gula, kemudian pelaku mencampurkan kopi dan di aduk agar menimbulkan warna, lalu mencampur asam citrum agar air tersebut menjadi kental dan terakhir mencampurkan pengembang kue agar lebih terlihat seperti madu asli.
Keempat pelaku sudah menjalankan bisnisnya ke antarprovinsi, selain provinsi Riau.
“Mereka ini sudah lama menjalankan bisnis ini dan berpindah-pindah antar provinsi, mereka sempat mengedarkan juga di wilayah provinsi Lampung. dengan omzet puluhann juta perbulannya,” jelas Komang.
Saat ini pelaku sudah mendekam di Mapolsek Tampan dan dijerat pasal 62 jo Pasal 8 ayat (1) hurud d UU RI nomor 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 378 jo 65 KUHPidana.
Laporan : Bayu Saputra (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra
PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…