Categories: Nasional

Heads of Agreement Transisi WK Rokan Ditandatangani

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) pada 28 September 2020 menandatangani perjanjian untuk mengakselerasikan investasi di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Ini dilakukan guna mendukung kegiatan produksi dan meningkatkan kedaulatan energi di Indonesia.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, dalam rangka mengoptimalkan tingkat produksi WK Rokan selama masa peralihan, pemerintah perlu mengawal kelanjutan investasi sebelum Kontrak Kerja Sama (KKS) WK Rokan berakhir.

“Oleh sebab itu dibutuhkan Heads of Agreement (HoA) dan amandemen KKS WK Rokan yang berisi ruang lingkup kegiatan pengeboran dan pengembalian biaya investasi di akhir masa KKS, serta biaya pencadangan Abandonment and Site Restoration yang belum diatur secara jelas dalam KKS generasi tersebut,” katanya di Jakarta (28/9).

“Perjanjian ini bersifat win-win bagi kedua pihak karena dengan adanya kejelasan pengembalian investasi maka harapannya produksi WK Rokan tidak menurun. Ini merupakan cara kami untuk memastikan tingkat produksi dapat terus terjaga pada saat transisi dan masa-masa berikutnya yang tentu saja akan sangat bermanfaat baik bagi pemerintah maupun kontraktor berikutnya. Dalam jangka pendek, ini adalah salah satu langkah nyata menjaga produksi migas 2021 tidak turun,” tambah Dwi.

Perjanjian memungkinkan PT CPI untuk melakukan kegiatan pengeboran di WK Rokan sebelum berakhirnya masa kontrak di bulan Agustus 2021.

Acara penandatanganan perjanjian disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Energi dan Sumber Mineral Arifin Tasrif dan Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati.

“Komitmen PT CPI dan SKK Migas serta pihak-pihak terkait dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan yang telah tertuang di dalam perjanjian tersebut sangat diharapkan dapat merealisasi apa yang telah disepakati bersama dalam memenuhi capaian target produksi dan penerimaan negara sebagaimana yang telah disetujui saat Penetapan Asumsi Makro APBN 2021,” kata Arifin dalam sambutannya.

Sedangkan Presiden Direktur PT CPI Albert Simanjuntak mengatakan bagi PT CPI, WK Rokan merupakan pondasi dari industri energi dan telah memberikan kontribusi yang signifikan untuk kemajuan negara selama beberapa dekade.

"Perjanjian ini merupakan hasil dari kemitraan yang kuat dan kolaboratif dengan pemerintah Indonesia dan memastikan bahwa blok strategis ini akan terus memegang peranan penting dalam kedaulatan energi di Indonesia untuk tahun-tahun mendatang," ujar Albert.

Setelah perjanjian ini, PT CPI akan bekerjasama dengan SKK Migas untuk menyelesaikan detil implementasi dalam beberapa minggu mendatang, untuk menunjang dimulainya kegiatan pengeboran.(gem/rls)

Laporan: MARRIO KISAZ (Jakarta)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Kebakaran Hebat di Sukajadi, 8 Rumah Kontrakan Hangus Seketika

Kebakaran hebat hanguskan 8 rumah kontrakan di Sukajadi. Penghuni tak sempat selamatkan harta benda, kerugian…

42 detik ago

Lolos Administrasi, 38 Kandidat KI Riau Siap Ikuti Tes Potensi

Sebanyak 38 calon anggota KI Riau mengikuti tes potensi hari ini. Hasil seleksi akan diumumkan…

14 menit ago

Satpol PP Rohil Tertibkan Lapak di Bahu Jalan dan Drainase, Ini Alasannya

Satpol PP Rohil menertibkan lapak pedagang yang melanggar aturan setelah empat kali peringatan. Penertiban berlangsung…

25 menit ago

Hari Pertama Sekolah, Kehadiran Guru dan Murid di Kuansing Tembus 99 Persen

Hari pertama sekolah di Kuansing mencatat kehadiran guru dan siswa mencapai 99 persen. Disdikpora menyebut…

34 menit ago

Rumah Kosong Diduga Milik Bandar Narkoba di Bengkalis Ludes Terbakar

Rumah kosong diduga milik terpidana narkoba di Desa Jangkang, Bantan, Bengkalis terbakar hebat dini hari.…

48 menit ago

Minyak, Perang, dan Rapuhnya APBN Kita

Konflik Timur Tengah picu lonjakan harga minyak global. Indonesia dinilai rentan akibat ketergantungan impor energi…

24 jam ago