Lolos Kelayakan Terbang, Tiga Jamaah Haji Dipulangkan
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Hingga saat ini ada 35 orang jamaah haji yang masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Mereka dirawat sampai memenuhi kelayakan untuk menjalani penerbangan sembilan jam menuju tanah air. Informasi terbaru dari Kantor Urusan Haji (KUH) ada tiga jamaah yang dipulangkan ke Indonesia.
Ketiga jamaah yang sudah dipulangkan adalah Asrari Hadi Susanto dari embarkasi Balikpapan. Dia dipulangkan pada 26 September lalu. Kemudian Iri Bin Karso dari embarkasi Bekasi dipulangkan pada 27 September. Jamaah ketiga yang dipulangkan adalah Hasnah Binti Duppa Solotang dari embarkasi Makassar dipulangkan, kemarin (28/9).
Tidak semua jamaah yang dipulangkan setelah menjalani perawatan itu dalam keadaan yang benar-benar sehat. Ada yang masih hanya bisa berbaring. Seperti yang dialami oleh Iri Bin Karso. Dia dipulangkan dengan maskapai Saudi Arabia Airlines dengan tetap berbaring di ranjang.
Konsul Haji KRJI Jeddah Endang Djumali menuturkan pemulangan jamaah yang menjalani perawatan tetap harus melalui penilaian kelayakan terbang. ’’Ketiga jamaah itu diperbolehkan pulang atas rekomendasi Medif (Medical Information Form, red),’’ katanya.
Dia mengatakan sampai tadi malam KUH KJRI Jeddah telah memulangkan tiga jamaah haji yang sakit. Dia menjelaskan pemulangan jamaah haji sakit yang masih menjalani perawatan melalui maskapai Garuda atau Saudi Arabia.
Proses pemulangan jamaah itu merupakan bagian dari kontrak penerbangan haji. Endang menuturkan sesuai standar pelayanan minimal haji, seluruh jamaah yang berangkat haji harus dipulangkan setelah selesai melaksanakan ibadah haji.
Endang menjelaskan setelah berakhirnya masa operasional haji 2019, ada 49 jamaah yang masih di rawat. Mereka tersebar di RS di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut 21 orang jamaah telah meninggal dunia dan telah dimakamkan di Makkah, Madinah, maupun Jeddah. ’’Saat ini masih ada 35 jemaah haji Indonesia yang masih dirawat. Semoga mereka lekas sembuh dan bisa diterbangkan ke Indonesia,’’ ujarnya.(wan/jpg)
Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…
DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.
Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…
Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…
Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…
Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…