JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Lima orang tewas dan empat lainnya masih tidak diketahui nasibnya setelah dua lantai di sebuah hotel kawasan Provinsi Shanxi, wilayah Cina Utara ambruk pada Sabtu (29/8). Otoritas lokal menyebutkan peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.40 waktu setempat di Linfen, Kabupaten Xiangfen.
Hingga berita ini diturunkan, 33 orang telah dievakuasi dari puing-puing reruntuhan bangunan tersebut, termasuk lima korban tewas dan satu kritis, demikian dilaporkan Chinanews, dikutip dari Antara.
Para petugas SAR sedang berupaya mencari empat korban lainnya yang masih terperangkap di antara reruntuhan bangunan. Aparat berwajib juga sedang melakukan penyelidikan atas terjadinya peristiwa tersebut.
Kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, Hotel Xinjia di Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, ambruk hingga menewaskan puluhan warga yang menjalani karantina Covid-19 pada 7 Maret.
Akibat ambruknya hotel yang dibangun pada 2013 itu, pemilik hotel diseret ke meja hijau.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Warga Duri tertipu Rp7 juta dengan modus janji kerja. Pelaku berhasil ditangkap polisi setelah korban…
Pelatih Timnas U-17 Kurniawan targetkan juara AFF 2026. Tekankan mental juara sebagai persiapan menuju Piala…
Mangrove di Inhil menyusut drastis, picu abrasi dan banjir. Warga mulai menanam kembali demi menyelamatkan…
Wako Pekanbaru tinjau lokasi kebakaran di Senapelan dan pastikan bantuan untuk korban. Satu rumah hangus,…
Kuansing gagal meraih Adipura 2025 akibat masalah sampah. Kondisi kebersihan Telukkuantan dinilai belum memenuhi standar…
Kebakaran terjadi di ruang panel Fakultas Saintek UIN Suska Pekanbaru. Diduga akibat korsleting listrik saat…