sadis-adik-ipar-dibunuh-dan-diperkosa-saat-sekarat
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Aksi pembunuhan keji disertai pemerkosaan terjadi di Dukuh Kadilangon, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Demak. Korbannya FN, 18. Sedangkan pelakunya Syarif Hidayat, 21, warga Dukuh Muntuksari, Desa Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Syarif, pelaku yang merupakan kakak ipar korban berhasil ditangkap aparat Satreskrim Polres Demak tak sampai 12 jam setelah kejadian. Aksi pembunuhan itu dilakukan dengan motif cemburu lantaran korban memiliki pacar.
Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono seperti dikutip Radar Semarang (Jawa Pos Group) menyampaikan, kasus pembunuhan berawal ketika Selasa (24/5/2022) sekitar pukul 21.00 lalu, korban pulang kerja. Ia lalu beristirahat di dalam kamarnya sembari mendengarkan musik melalui handphone. Sekitar pukul 21.30, korban sempat diingatkan pelaku agar menurunkan suara musik yang didengarkan. Diingatkan sampai tiga kali, tidak dihiraukan korban.
Karena kesal, pelaku masuk ke kamar korban, lalu membekap mulut dan hidungnya. Ia juga membenturkan kepala korban ke tembok.
“Saat itulah, pelaku menyampaikan keinginannya untuk menyetubuhi korban. Pelaku juga mengancam korban untuk tidak melaporkan perbuatannya ke kakak korban (istri pelaku, red) dan ibu mertua,”jelasnya.
Usai berbuat tak senonoh itu, pelaku tidur di kamar korban. Selang sehari, tepatnya pada Rabu (25/5/2022) sekitar pukul 01.00 dini hari, pelaku yang tinggal tak jauh dari TKP kembali ke kamar korban. Ia melihat korban sudah sadar kembali. Saat itulah pelaku bermaksud memperkosa korban lagi.
Karena kesal tidak dituruti permintaannya, mulut dan hidung korban kembali dibekap. Kepala korban juga dibenturkan ke tembok kamar.
“Tangan kanan pelaku juga menampar korban dua kali mengenai pelipis dan bagian muka. Karena tangan kiri pelaku masih membekap mulut dan hidung korban, korban pun pingsan,”kata kapolres.
Selanjutnya pelaku pergi ke belakang rumah mencari kayu dan digunakan untuk memukul dada kiri korban. Tak puas, pelaku kembali memukul mulut korban dengan tangan kanan. Mengetahui kepala korban masih bergerak, mulut dan hidung korban kembali dibekap. Pelaku lalu memeriksa urat nadi korban. Setelah diketahui tidak bernyawa, korban kembali diperkosa.
Usai melakukan pembunuhan dan pemerkosaan, tubuh korban diseret hingga sejauh 20 meter, dan diletakkan di semak-semak di samping rumah tetangga. Kapolres mengatakan, atas perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP subsider pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau penjara 20 tahun.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk April 2026 dipastikan hampir…
Polisi ungkap pembunuhan di Rumbai, menantu jadi otak perampokan. Empat pelaku ditangkap setelah kabur ke…
Disbunnakkan Inhu siapkan 28 petugas awasi hewan kurban jelang Iduladha. Langkah ini untuk cegah penyebaran…
Sebanyak 182 JCH Rohul Kloter 12 diberangkatkan ke Batam. Wabup Syafaruddin Poti melepas langsung dan…
SMAN 2 Singingi raih banyak juara di FLS3N 2026. Cabang tari kreasi mengantar wakil Kuansing…
Ratusan warga Rimbopanjang bongkar median jalan karena akses U-turn terlalu jauh. Aksi ini dipicu keluhan…