lanal-dumai-gagalkan-penyeludupan-1-kg-sabu-sabu
DUMAI (RIAUPOS.CO) — Lanal Dumai kembali berhasil menggagalkan penyeludupan narkoba jenis sabu-sabu dengan berat lebih kurang 1 kg. Pengungkapan tersebut dilakukan Tim F1QR Lanal Dumai beserta Tim Satgas Dispamsanal di sekitar perairan Sepahat Kabupaten Bengkalis, Kamis (27/5). Petugas juga berhasil mengamankan satu tersangka berinisial SA (51), warga Tampan Kota Pekanbaru. Tersangka diketahui merupakan seorang kurir.
Penangkapan berawal dari informasi yang diterima Tim Gabungan F1QR Lanal Dumai dan Tim Satgas Dispamsanal dari agen di lapangan, Rabu (26/5) sekitar pukul 20.00 WIB.
"Berdasarkan informasi di lapangan akan ada penyeludupan narkoba jenis sabu-sabu dari Malaysia masuk ke Indonesia melalui jalur laut di sekitar perairan Sepahat Kabupaten Bengkalis dengan menggunakan speedboat jenis pancung, Kamis (27/5) pagi " ujar Komandan Lanal (Danlanal) Dumai, Kolonel Laut (P) Himawan, di Mako Lanal Dumai, Jumat (28/5).
Ia mengatakan Tim Gabungan yang dibagi dua bergerak menuju daerah sasaran. Tim Laut dipimpin Danunit Intel Lanal Dumai Kapten Laut (T) Radolf Pratama Purba selaku Dantim Satgas bergerak dari Pos Sungai Dumai menggunakan speed patroli F1QR Lanal Dumai, menuju perairan Sepahat untuk melaksanakan penyekatan dan Jarkaplid. Kemudian Tim Darat dipimpin Dansub Unit Intel Lettu Laut (P) Hasanul Ardi bergerak dari Mako Lanal Dumai menuju sasaran melaksanakan observasi.
"Pada Pukul 18.00 WIB, Tim Laut yang bergerak dari Pos Sungai Dumai menggunakan speed patroli F1QR Lanal Dumai, tiba di perairan Sepahat. Selanjutnya tim melaksanakan pengendapan dan pemantauan terhadap kapal-kapal yang dicurigai," terangnya.
Baru pada pukul 20.15 WIB, Tim Laut mendeteksi suara mesin dan melihat sebuah speedboat dengan kecepatan tinggi bergerak dari arah utara perairan Selat Malaka menuju perairan Sepahat.
"Tim Laut bergerak mendekati arah speedboat yang dicurigai dan dilakukan pengejaran, sambil mengeluarkan tembakan peringatan ke atas sebanyak 1 kali untuk menghentikan laju speedboat. Namun speedboat tersebut tidak menghiraukan dan menambah kecepatan melaju kearah pantai," terangnya.
Ia menyebutkan saat pengejaran, Tim Laut melihat satu tersangka melompat ke laut berenang menuju pantai dengan membawa tas gendong sambil membuang bungkusan kresek berwarna merah dan speedboat tersangka kembali kearah laut dengan kecepatan tinggi.
"Kemudian salah seorang Tim Laut melompat dari speed patroli untuk mengejar pelaku yang melarikan diri ke pantai serta mengambil bungkusan yang dibuang tersangka SA," terangnya.
Ia mengatakan pihaknya juga sempat melakukan pengejaran speed boat tersangka, namun tidak berhasil dikarenakan speed boat tersangka lebih kencang.
"Berdasarkan keterangan tersangka SA, dirinya hanya sebagai kurir yang bertugas membawa barang haram tersebut ke Indonesia melalui perairan Indonesia," terangnya.
Ia menerangkan, SA sendiri baru menerima upah Rp1 juta, dan ini baru kali pertamanya ia melakukan penyeludupan sabu.
Dikatakan Himawan, untuk modus operandi sabu-sabu dibungkus kemasan teh cina ini dilakukan melalui jalur laut menggunakan speed boat berkecepatan tinggi dan memanfaatkan masyarakat ekonomi lemah sebagai kurir untuk menyeludupkan narkoba ke Indonesia.
"Khususnya wilayah kerja Lanal Dumai," jelasnya.
Berdasarkan hasil pengujian dan identifikasi Laboratorium barang bukti dengan Nomor:LHPIB-2854/WBC.02/BLBC.0001/2021 bahwa barang bukti tersebut benar mengandung senyawa organik jenis Methamphetamine, kandungan NPP positif dengan berat 1.075 gram( ±1 kg). Selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke BNN Kota Dumai untuk proses lanjut.
"Kami akan terus memerangi narkoba dan memberntas narkoba demi kemajuan Indonesia," tutupnya.(hsb)
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…
Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…
Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…