Categories: Nasional

DPR: Presiden Jangan Sampai Ditipu Anak Kecil

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Anggota Komisi III DPR, Habiburokman mengapresiasi program Kartu Prakerja yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 ini.

Tapi, politikus Gerindra itu meminta agar pelaksanaanya program tersebut harus benar-benar diawasi. Jangan sampai adanya penyelewengan dengan digandengnya Adamas Belva Syah Devara‎ yang diketahui CEO Ruangguru sebagai mitra Kartu Prakerja‎.

"Pelaksanaanya sangat mengkhawatirkan, jangan sampai Pak Jokowi ditipu sama anak kecil," ujar Habiburokman dalam rapat kerja dengan KPK, Rabu (29/4).

Ketua DPP Partai Gerindra ini juga menyoroti pelatihan dari Kartu Prakerja tersebut. Karena salah satu pelatihan kerja seperti membuat pempek sangatlah mahal.

"Saya binggung ada pelatihan bikin pempek harganya sampai Rp 600 ribu per orang‎," katanya.

Habiburokman yang orang Palembang ini sangat aneh dengan pelatihan yang berbiaya mahal tersebut. Padahal ia tahu pelatihan membuat pempek tidak semahal itu.

"Belajar aja sama istri saya di rumah, gratis. Kemudian di YouTube juga gratis," ungkapnya.

Oleh sebab itu, KPK diharapkan bisa mengawasi Kartu Prakerja tersebut. Sehingga tidak ada penyelewengan anggaran ‎yang mencapai Rp 20 triliun tersebut. Ke depannya juga bisa berjalan baik.

‎"Ini kita gregetan, kita ingin Pak Jokowi sukses, berhasil dengan program Kartu Prakerja. Jadi jangan ada yang berani-berani mengambil kesempatan," imbuhnya.

Diketahui, Kartu Prakerja adalah program Presiden Jokowi untuk meningkatkan skill dan kemampuan para pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri. Program ini juga diperuntukkan bagi mereka yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bagi mereka yang sukses mengikuti program Kartu Prakerja akan diberikan pendidikan dan pelatihan. Setelah lulus akan mendapatkan sertifikat. Pelatihan sendiri dilakukan secara online maupun offline.

Program ini hanya bisa diikuti oleh berwarga negara Indonesia, usia minimal 18 tahun, dan sedang tidak mengikuti pendidikan formal‎.

Selain itu, peserta akan mendapatkan insentif sebesar Rp 3.550.000 per orang. Rinciannya Rp 1 juta untuk bantuan pelatihan, Rp 600 ribu selama 4 bulan untuk insentif pelatihan dan Rp 150 ribu insentif survei kebekerjaan yang dilakukan sebanyak tiga kali.

Untuk menjalankan program ini pemerintah sudah menaikkan anggaran dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun. Anggaran ini akan dikucurkan kepada 5.605.634 orang dan peserta program per minggu paling banyak 164.872 orang.

Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

9 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kian Pekat, 2.220 Warga Pelalawan Terserang Penyakit ISPA

Dampak kabut asap karhutla di Pelalawan sebabkan 2.220 warga terserang ISPA. Pemkab Pelalawan menyiagakan posko…

9 jam ago

Kualitas Udara Memburuk, Kasus ISPA di Kabupaten Kampar Tembus 1.740 Pasien

Kualitas udara Bangkinang masuk kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap karhutla. Dinkes Kampar mencatat…

9 jam ago

PSPS Pekanbaru vs Persiraja Banda Aceh: Momentum Asykar Bertuah Bangkit di Laga Kandang

Gagal meraih poin di laga pembuka, PSPS Pekanbaru fokus melakukan evaluasi total jelang laga kandang…

10 jam ago

Menggugah Selera, Grand Elite Hotel Pekanbaru Hadirkan Menu Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang

Grand Elite Hotel Pekanbaru menghadirkan promo menu nusantara Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang lezat buatan…

18 jam ago

Operasional 1.276 SPPG Dihentikan Sementara, BGN Pastikan Pasokan Makan Bergizi Gratis Tetap Aman

Badan Gizi Nasional menindak tegas 1.276 SPPG dengan menghentikan sementara operasionalnya akibat belum memenuhi kriteria…

19 jam ago