Categories: Nasional

KPBB Beberkan Harga Pokok BBM RI 3 Kali Lebih Mahal dari Malaysia

 JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) meminta pemerintah dan PT Pertamina (Persero) transparan dalam memformulasikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Pasalnya, dari perbandingan harga di beberapa negara antara lain, Amerika Serikat (AS), Australia, dan Malaysia, KPBB menemukan fakta bahwa harga pokok penjualan (HPP) BBM di Indonesia kemahalan.

Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin membandingkan, harga RON 98 dengan kadar sulfur maksimum 50 ppm atau jenis Pertamax Turbo dengan harga bensin RON 97 dengan kadar sulfur maksimum 50 ppm di Malaysia. Puput, panggilan Safrudin, menilai perbedaan oktan tidak begitu sensitif bagi kendaraan bermotor yang sudah berstandar EURO 4.

"Sebetulnya cukup 95 sudah memadai, yang penting kadar belerang maksimum 50 ppm," katanya dalam webinar, Rabu (29/4).

Maka KPBB pun membandingkan kedua bahan bakar sejenis tersebut. Puput menyampaikan, harga Pertamax Turbo di SPBU dibanderol Rp9.850 per liter.

Jika dirinci, maka komponen pembentuk harga ini terdiri dari alpha, Pajak BBM 5 persen, serta PPN 10 persen. Sehingga diperoleh HPP sebesar Rp 7.387,50 per liter.

Sementara itu, harga BBM RON 97/S50ppm di Malaysia di SPBU dibanderol RM 1,55 per liter atau sekitar Rp 5.497,85 per liter. Jika dirinci, maka komponen pembentuk harga ini terdiri dari alpha, biaya operasi, margin OC, margin SPBU, serta pajak penjualan. Sehingga diperoleh HPP sebesar Rp 2.293,14 per liter.

"Di Indonesia, HPP Rp 7.387,50 terlalu mahal. Malaysia saja bisa dapat Rp 2.293,14,” terangnya.

Menurut Puput, HPP BBM di Indonesia yang tiga kali lipat lebih mahal ketimbang di Malaysia itu menimbulkan tanda tanya. Masyarakat, kata dia, tentu ingin melihat transparansi dari kebijakan harga BBM.

"Publik harus menuntut ini. Kan enggak fair, harga crude sama di seluruh dunia. Kalaupun ada perbedaan, kecil sekali, katakanlah per barel beda sekian sen. Tapi, ketika kita menyaksikan perbedaan harga menyolok, Indonesia tiga kali Malaysia, ini jadi pertanyaan besar," pungkasnya.

Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Operasional 1.276 SPPG Dihentikan Sementara, BGN Pastikan Pasokan Makan Bergizi Gratis Tetap Aman

Badan Gizi Nasional menindak tegas 1.276 SPPG dengan menghentikan sementara operasionalnya akibat belum memenuhi kriteria…

39 menit ago

Menang 38-23 atas Dharma Loka, SMP ICS Pekanbaru Tantang Al Azhar di Semifinal

SMP ICS Pekanbaru sukses mengamankan tiket semifinal Riau Pos-HSBL 2026 usai menundukkan SMP Dharma Loka…

52 menit ago

Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Polresta Pekanbaru Bagikan 1.300 Masker N95 ke Pengendara

Satlantas Polresta Pekanbaru membagikan 1.300 masker N95 gratis di Jalan Diponegoro guna meminimalisir risiko ISPA…

1 jam ago

Kapolda Riau dan Ustaz Abdul Somad Resmikan SLB Cahaya Rimbo Panjang

Kapolda Riau Herry Heryawan dan Ustaz Abdul Somad meresmikan SLB Cahaya Rimbo Panjang untuk pendidikan…

1 jam ago

Wako Agung Tegaskan Dukungan untuk PSPS, Bidik Promosi ke Liga 1

Wako Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan dukungan untuk PSPS dan mengajak suporter menjaga sportivitas demi target…

3 jam ago

Pangdam dan Kapolda Kembali ke Inhu, 50 Hektare Karhutla Berhasil Dipadamkan

Pangdam dan Kapolda kembali memantau penanganan Karhutla di Kuala Cenaku Inhu. Dari 150 hektare lahan…

3 jam ago