JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Koneksi bluetooth saat ini makin memudahkan seseorang jika ingin memasangkan perangkatnya. Sebab, bluetooth yang sudah terpasang, bisa otomatis menyambung kembali setelah dihidupkan. Tapi, tahukan Anda kalau kemudahan ini ternyata mengundang bahaya?
Berdasarkan temuan dari para peneliti di Universitas Purdue dan dikenal sebagai BLESA (Bluetooth Low Energy Spoofing Attack), kecanggihan bluetoothn ini justru mengundang bahaya. Dilansir dari AppleInsider, idealnya, saat perangkat terhubung kembali satu sama lain, mereka harus memeriksa ulang kunci kriptografi satu sama lain.
Namun, karena bahasa protokol, autentikasi ulang ini tidak wajib dan menjadi opsional. Bahkan saat digunakan, bisa juga autentikasi tidak dilakukan.
Meski memudahkan, tapi penyerang atau penjahat siber mungkin dapat memalsukan koneksi dari perangkat yang terhubung sebelumnya. Sehingga berpotensi utnuk mengelabui pengguna agar terhubung ke perangkat yang sama sekali berbeda.
Disebutkan, perangkat Internet of Things (IoT) lainnya seperti perangkat Android, dan laptop berbasis Linux dikabarkan paling berisiko. Namun peneliti menemukan, perangkat Windows tampaknya kebal terhadap serangan ini. Begitupula Apple. Diharapkan, setelah publikasi temuan ini, para produsen dapat segera mengeluarkan pembaruan untuk mengatasi masalah ini.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…
Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…
Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…
Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…
HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…
PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…