Categories: Nasional

Kemenkes Jamin Persediaan Obat dan Alkes

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Obat dan alat kesehatan merupakan hal yang vital saat pandemi Covid-19. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan bahwa pihaknya telah mendistribusikan obat untuk menangani Covid-19 ke seluruh dinas kesehatan. Untuk alat kesehatan, Kemenkes telah melakukan relaksasi perizinan dengan one day services (ODS).

Terawan menyampaikan kemenketeriannya berusaha memenuhi akses obat dan alat kesehatan untuk menghadapi Covid-19. Sampai dengan 21 September lalu, obat telah didistribusikan ke 34 diskes provinsi dan 746 rumah sakit rujukan Covid-19. "Diharapkan, stok yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan penanganan Covid-19 secara tepat jumlah dan waktu," tutur Terawan.

Akhir bulan ini, Kemenkes merencanakan akan mendistribusikan favipavir, remdesivir, dan oseltamivi. Ketiganya merupakan obat untuk penanganan Covid-19. Sementara obat yang sudah ada seperti lopinavir atau ritonavir akan segera ditambah stoknya sesuai dengan kebutuhan.

Kemudian untuk meningkatkan akses alat kesehatan yang diperlukan, Kemenkes memberikan relaksasi perizinan. Dampaknya produsen alat kesehatan terdorong utuk memproduksi. Contohnya, menurut data dari Kemenkes produsen masker meningkat hingga 700 persen. Awalnya hanya 26 industri, lalu pada 21 September menjadi 210 industri yang memproduksi masker.

Tak hanya itu, produsen alat kesehatan yang dibutuhkan saat pandemi lainnya juga tumbuh. Contohnya saja produsen rapid test dan ventilator. Hingga sekarang sudah ada sembilan produk rapid test dan 12 produk ventilator produksi dalam negeri.

Terawan menyatakan bahwa harus ada jaminan mutu produk alat kesehatan di pasaran. Untuk itu telah dilakukan pengawasan post market mulai peninjauan sarana hingga pemantauan iklan. "Sampai dengan 21 September sudah dilakukan inspeksi ke sarana, sampling, dan uji lab terhadap 81 produk APD serta pengawasan 1163 link iklan," ungkapnya.  

Untuk pengembangan vaksin Covid-19, pemerintah membuat dua strategi. Melalui kolaborasi dalam negeri dan kolaborasi internasional. Untuk Kolaborasi dalam negeri telah dibentuk konsorsium vaksin Covid-19. Target pelaksanaan uji klinis pada semester II tahun depan.

"Kementerian Kesehatan telah menyusun draft roadmap rencana nasional pelaksanaan pemberian imunisasi Covid-19," ujarnya. Lebih lanjut Terawan menjelaskan, dalam pedoman tersebut juga diatur terkait pelaksanaan pemberian imunisasi. Selain itu juga tahapan pelaksanaan pemberian imunisasi Covid-19. Meski demikian pedoman ini masih dalam tahapan pengembangan.(lyn/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

56 ASN Rohul Berangkat Haji, Bupati Ingatkan Fisik dan Etika

Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…

16 jam ago

Pickup Bertanki Modifikasi Dipakai Timbun Solar, Dua Pelaku Dibekuk

Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…

21 jam ago

252 Kuota Diperebutkan, SKO Riau Saring Atlet Muda Lewat Tes Ketat

Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…

22 jam ago

Tanpa Dokumen Resmi, Puluhan Ton Bawang dan Cabai Dimusnahkan di Tembilahan

Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…

22 jam ago

Bandel Jualan di Trotoar, PKL HR Soebrantas Jadi Target Utama Penertiban

Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…

1 hari ago

PCX Ngasab Seru di Pekanbaru, Bikers Diajak Jajal Fitur Canggih Honda PCX 160 Roadsync

Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…

1 hari ago