Categories: Nasional

Tas Berisi Bungkus Rokok Dikira Bom

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tas berwarna biru yang dilemparkan di depan Hotel Sultan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, ternyata bukan berisi bom. Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Metro Jaya memastikan jika tas tersebut berisi barang-barang pribadi.

"Isinya bungkus rokok, power bank, air mineral, telepon genggam, dua botol pengisi korek gas, dan uang rupiah," kata Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono, Sabtu (28/9).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan, identitas pelempar tas itu sudah dikantongi. Orang itu bernama Ilham Safikri asal Maluku.

Saat ini pelaku sudah dibawa ke Polda Metro Jaya guna dimintai keterangan. Belum diketahui motif Ilham melempar tas tersebut.

"Masih didalami ya," kata Argo.

Sumber : Jawa Pos
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

DPRD Meranti Tegas Tolak Kenaikan Tarif Ferry, Pengusaha Dipanggil Hearing

DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…

4 menit ago

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

19 jam ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

20 jam ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

23 jam ago

Dukung BRK Syariah, Pemprov Riau Terapkan Aturan Wajib bagi Investor

Pemprov Riau mewajibkan investor menyimpan dana di BRK Syariah sebagai langkah memperkuat bank daerah dan…

23 jam ago

Revitalisasi Lamban, Pedagang Harap Pasar Bawah Beroperasi Jelang Ramadan

Pedagang mendesak Pasar Bawah Pekanbaru segera dioperasikan sebelum Ramadan setelah dua tahun revitalisasi belum juga…

23 jam ago