JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menyebut tengah berdiskusi dengan salah satu organisasi pendidikan yang keluar dari Program Organisasi Penggerak (POP), yakni Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Akan tetapi, pada kenyataannya, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Muti mengatakan bahwa belum ada pertemuan lagi setelah 29 Juli lalu.
"Setahu saya belum ada pertemuan PP (Muhammadiyah) dengan Mendikbud. Setahu saya juga tidak ada pembahasan (POP dengan Kemendikbud)," ujar dia kepada JawaPos.com, Jumat (28/8).
Saat ini, pihaknya pun tetap pada pendirian awalnya, yakni tetap memutuskan untuk tidak bergabung dalam program tersebut. "Belum ada perubahan sikap," tegasnya.
Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bahwa pihaknya sedang berdiskusi secara intens dengan pihak PP Muhammadiyah dan PGRI. Hal itu ia sampaikan ketika Rapat Kerja bersama Komisi X DPR, Kamis (27/8).
"Kami sedang diskusi intensif dengan dua organisasi masyarakat tersebut (Muhammadiyah dan PGRI) untuk menyelesaikan isu dan masalah mengenai struktur dan kriteria POP. Jadi harapan kami adalah dalam waktu dekat kami bisa membawa kembali PGRI dan Muhammadiyah kembali dalam program POP dan berbagai macam kolaborasi dengan pemerintah lainnya," terangnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…
Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…
Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…
Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…
Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…
Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…