Categories: Nasional

70 Persen Pengelolaan Sampah Ilegal, Langkah Hukum Disiapkan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Faktor yang mempengaruhi Pekanbaru belum bersih sepenuhnya dari sampah adanya pengumpul sampah, pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari hal tersebut. Terhadap hal ini, langkah hukum akan disiapkan.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT menegaskan, bahwa pemerintah kota siap mengambil langkah hukum terhadap oknum yang mengutip retribusi sampah secara ilegal. Ia menilai imbauan sudah tidak mempan lagi. "Maka perlu kami ambil langkah hukum terhadap pelaku pungli sampah,” tegasnya.

Menambahkan Wako, Plt Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Marzuki mengungkapkan, 70 persen pengelolaan sampah di perumahan atau permukiman masyarakat di Kota Pekanbaru dilakukan secara ilegal. 40 persen di antaranya pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri oleh kelompok oknum masyarakat di buang ke TPS liar. Kemudian 30 persen lagi pengelolaan sampah di permukiman masyarakat dibuang ke TPS/ Trans Depo. Sedangkan 30 persen lagi sampah di permukiman penduduk di kelola secara resmi oleh DLHK Pekan baru bersama PT Godang Tua Jaya (PT GTJ) dan PT Samhana Indah (SHI).

Pihaknya terus berupaya untuk menertibkan sejumlah TPS ilegal dan pengelolaan sampah ilegal yang berada di lingkungan masyarakat. "Kalau saya lihat sekarang ini persoalannya adalah di sampah ilegal tadi itu. Mereka mengangkut menganggu sistem kami. Tapi kami sudah arahkan ke camat, dan juga vendor kami, PT GTJ dan PT SHI. Tolong dijaga TPS itu, tolong disisir lagi, sehing ga mereka mengangkut dari jam 8 pagi sampai jam 12 malam," ungkapnya.

Bahkan untuk memaksimalkan pengelolaan sampah di Kota Pe kanbaru, Marzuki menyebut telah mengekspos kepada media nomor kontak pribadinya dengan tujuan menyikapi pengaduan masyarakat terkait tumpukan sampah.

"Kalau ada pengaduan ma syarakat kepada kami, itu kami langsung action. Sampai hari ini, itu kan saya sudah ekspos, ini nomor WA saya. Sampai hari ini tidak ada yang menyampaikan (pengaduan). 70 peresen masih dikuasai oleh pengangkut ilegal," sambungnya.

Melihat data yang menunjukkan 40 persen pengelolaan sampah yang dilakukan secara mandiri oleh kelompok oknum masyarakat di buang ke TPS liar (pelanggaran).

Maka dikatakan Marzuki diperlukan kerja sama semua pihak melalui kesadaran bersama tentang menjaga lingkungan yang bersih, yaitu tidak hanya memperhatikan dan mempertahankan kebersihan rumah, toko, dan kantor masing-masing. "Tapi juga lingkungan umum dengan tidak membuang sampah di TPS liar/tepi jalan/semak-semak,” tutupnya.(adv/ali)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…

1 hari ago

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

2 hari ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

4 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

4 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

4 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

4 hari ago