Categories: Nasional

Waspada, Diabetes Bisa Berdampak pada Keharmonisan Pasutri

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Keharmonisan suami istri ternyata tak hanya dipengaruhi faktor ekonomi. Tetapi dapat pula dipicu masalah kesehatan.

Penyakit tak menular seperti diabetes, stroke, dan kanker, dapat menurunkan keharmonisan pasutri. Selain karena metabolisme dan fungsi tubuh yang menurun, pasangan juga jadi lebih fokus untuk menemani berobat.

Dalam diskusi bersama For the Lovely Ones Community dan PT Alga Rosan Nusantara (ARN) yang ke-5 oleh Peneliti Konsep Karnus yang fokus pada diabetes Iwan Benny Purwowidodo serta Komunitas Zubazi dan Hijabee Surabaya mengedukasi para keluarga agar tetap menjaga kesehatan. Sehingga, tercipta keluarga yang sehat dan kuat.

Masalah kesehatan di tingkat keluarga, ternyata didominasi penyakit-penyakit lain seperti diabetes, jantung, kanker, dan lain-lain. Menurut Iwan, permasalahan lain yang muncul selama pandemi Covid-19 adalah menurunnya ruang gerak masyarakat yang berpengaruh pada gaya hidup tidak sehat.

Menurut dia, pada masa pandemi orang bergerak lebih sedikit karena aktivitas terbatas, olah raga berkurang, dan lebih banyak konsumsi makanan tidak sehat. ”Gaya hidup yang tidak sehat ini meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit seperti diabetes, jantung, stroke, dan lain-lain,” kata Iwan secara virtual, Ahad (27/3).

Diabetes dan Stroke Picu Ketidakharmonisan

Jika ditelaah lebih lanjut, akibat penyakit tersebut juga menyebabkan terancamnya keharmonisan keluarga. Menurut Iwan, hal itu karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan lagi bekerja.

Selain itu, untuk penderita diabetes, mereka mengalami penurunan gairah seksualitas karena hormon testosteron yang menurun. ”Hal ini dapat mengarah pada perceraian,” ucap Iwan.

Dia mengatakan, dalam komunitas For The Lovely Ones Community, keluarga diajak tetap sehat dan bahagia serta bugar.

Diabetes dan Disfungsi Seksual

Laporan diabetes.org, pria dengan disfungsi ereksi ternyata baru mengetahui bahwa mereka menderita diabetes. Bagi orang yang sudah menderita diabetes, masalah seksual dapat mengindikasikan kerusakan saraf, penyumbatan arteri, dan bahkan gangguan hormon.

Para peneliti yakin akan satu hal yakni glukosa darah tinggi kronis (atau gula darah) berada di balik banyak masalah seksual yang dihadapi. Dan tindakan pertama adalah meningkatkan kontrol glukosa.

Diabetes memicu rendahnya libido atau hasrat seksual. Hal itu terjadi karena gula darah tidak dikelola dengan baik. Jadi pastikan untuk berbicara dengan dokter untuk konsultasi.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ramadan 2026, Grand Zuri Pekanbaru Siap Jadi Lokasi Buka Puasa Bersama

Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…

1 hari ago

PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Sawit Bersertifikat, Dongkrak Produktivitas Petani

PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…

1 hari ago

Pakai Basis Varian Tertinggi, Destinator 55th Anniversary Edition Tampil Eksklusif

Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.

1 hari ago

Semarak Anniversary ke-7, The Zuri Hotel Ajak Mitra dan Tamu Donor Darah

Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…

1 hari ago

Mudah dan Aman, Beli Emas Kini Bisa Digital Lewat Aplikasi Tring Pegadaian

Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…

1 hari ago

Tiga Polsek di Pekanbaru Resmi Berganti Nama, Ini Daftarnya

Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.

1 hari ago