main-gadget-lebih-dari-2-jam-sehari-berbahaya-bagi-anak
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Penggunaan gadget atau dawai oleh anak memang ada manfaatnya. Namun anak menggunakan gadget secara berlebih dapat menyebabkan hal negatif.
Hal itu diungkapkan Pakar Kids Ability Maximizer Rizqi Pirmansyah. Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil riset, dampak negatif dari gadget lebih besar dibandingkan manfaatnya. Dia pun mewanti-wanti supaya anak dibatasi dalam hal penggunaan gadget.
"Kita sudah melakukan riset, apa sih yang paling menyakitkan saat ini? Dari banyaknya responden, hasilnya adalah gadget," kata Rizqi Pirmansyah saat ditemui dalam acara sharing solution bertajuk "Aktivitas Fisik Atasi Anak Kecanduan Gadget".
Anak yang dibiarkan menggunakan gadget secara berlebih, katanya, bisa menghambat tumbuh kembang anak. Sehingga karena terlalu asik dengan gadget, anak tidak memiliki kemampuan hidup ketika dewasa. Karena kurangnya interaksi dengan orang lain. Bahkan, bisa menyebabkan gangguan mental.
"Apa sih yang menjadi concern kita ketika anak sudah candu gadget. Mereka tidak optimal perkembangannya dan bisa mengalami gangguan mental," tuturnya.
Lantas, berapa waktu maksimal anak bermain gadget? Kalau pun anak harus menggunakan gadget, menurut penuturan Rizqi Pirmansyah, tidak boleh lebih dari dua jam. Maksimal untuk anak usia 3 sampai 6 tahun, hanya diperbolehkan menggunakan gadget 2 jam dalam sehari.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…
Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.
Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…
Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…
Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.
Jelang Ramadan 1447 H, Bupati Rohul silaturahmi dengan 230 mubalig dan anak yatim, serahkan bantuan…