Categories: Nasional

Malaysia Ciptakan Drone dari Serat Daun Nanas

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Banyak gawai atau aksesorisnya yang mengandung komponen plastik. Sayangnya, seperti diketahui plastik bukanlah bahan yang ramah lingkungan.

Limbah plastik pun akan menimbulkan masalah baru jika tidak pandai mengolahnya. Melihat hal tersebut, para peneliti di Universiti Putra Malaysia (UPM) menciptakan inovasi.

Tim peneliti itu membuat gadget dalam hal ini sebuah drone dengan material yang sangat ramah lingkungan, yakni terbuat dari daun nanas. Seluruh bagian drone terbuat dari daun nanas? Tentu saja tidak.

Hanya bagian tubuh atau kerangka utamanya yang terbuat dari daun nanas, lebih tepatnya serat daun nanas. Serat nanas yang digunakan sebagai bahan baku bingkai memiliki sifat tidak menghantarkan listrik.

Kelebihan ini mencegah mesin drone mengalami arus pendek saat dioperasikan. Selain itu, rasio kekuatan drone dengan bahan baku serat nanas juga diklaim lebih unggul dibandingkan dari serat sintetis seperti plastik.

Dikutip dari Lowyat, Minggu (26/7), Prof Dr Mohamed Thariq bin Hameed Sultan menjelaskan, bahan-bahan alami juga lebih murah dan mudah tersedia. Di sisi lain, jika sudah rusak maka komponen ini gampang terurai sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan.

Ini tentunya berbeda dari gadget yang terbuat dari material plastik yang butuh penanganan khusus agar tak menjadi masalah lingkungan baru.

Daun dipanen setelah nanas tumbuh. Alih-alih dibakar, yang biasanya merupakan prosedur standar, mereka dapat digunakan kembali untuk membantu membuat drone ini.

Namun, dari sisi usia pakai, drone dengan kerangka berbahan serta daun nanas masih perlu pengujian. Meski demikian, ini adalah ide yang menarik terkait dengan inovasi teknologi yang ramah lingkungan.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Bangunan Bersejarah Rohul Dibersihkan, Pj Sekda Ajak Hidupkan Goro

Pj Sekda Rohul pimpin goro Selasa Bersih di kawasan aset bersejarah Pasirpengaraian untuk menjaga kebersihan…

11 jam ago

Tinggal Tunggu SK Mendagri, 19 Desa di Rohul Siap Naik Status

Sebanyak 19 desa persiapan di Rohul tinggal menunggu penetapan kode desa dari Mendagri untuk menjadi…

14 jam ago

30 Ton Ikan Mati, DPRD Minta DLH Transparan Soal Sungai Tapung

DPRD Kampar mendesak DLH segera merilis hasil uji dugaan pencemaran Sungai Tapung setelah 30 ton…

14 jam ago

BPNT Segera Cair di Meranti, 41 Ribu KK Masuk Daftar Penerima

Sebanyak 41 ribu KK di Meranti akan menerima BPNT berupa beras dan minyak. Jumlah penerima…

15 jam ago

Mulai Jumat Ini, ASN Kuansing Kerja dari Kecamatan, Wajib Naik Sepeda!

Pemkab Kuansing terapkan WFH tiap Jumat mulai 24 April. ASN bekerja di kantor camat sesuai…

15 jam ago

146 Peserta Berebut Beasiswa Penuh YPCR 2026, Ini Tahapan yang Harus Dilewati

146 peserta mengikuti seleksi Beasiswa YPCR 2026 di PCR Pekanbaru. Dari 732 pendaftar, hanya sebagian…

15 jam ago