Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yoserizal Zen (berkaca mata) melihat lukisan dengan judul Traumatis karyaTasya Shafira, perupa dari Jambi yang ditampilkan dalam pameran bertema ”Kembali ke Pangkal” yang ditaja Galeri Hang Nadim di Bandar Seni Raja Ali Haji Pekanbaru, Sabtu (25/5/2024). Pameran berlangsung hingga 15 Juni 2024. (MHD AKHWAN/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUP[OS.CO) – Galeri Hang Nadim menggelar pameran seni rupa sejak 25 Mei hingga 15 Juni 2025 di Anjungan Kampar, Kompleks Bandar Seni Raja Ali Haji atau Purna MTQ, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Dibuka Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Raja Yose Rizal Zein, 22 seniman dan perupa ambil bagian pada pameran ini.
Kepala Galeri Hang Nadim Furqon LW pada pembukaan Sabtu (25/5) malam mengatakan, ini merupakan pameran perdana pada 2024 yang digelar pihaknya. Dirinya gembira dengan keterlibatan 22 seniman dari 5 provinsi pada kegiatan kali ini.
”Ada perupa lima provinsi, selain Riau ada Sumatera Barat, Aceh, Sumatera Utara dan Jambi. Kalau ada pencapaian, ini adalah pencapaian kuantitas,” kata Furqon.
Pameran kali ini, kata Furqon, dirinya berharap peseni dan perupa kembali ke pangkal sesuai tema besarnya. Maksudnya, apakah selama ini karya-karya yang dihasilkan sudah sesuai atau sudah mencapai sesuatu.
”Sampai di mana kita, kita perlu intropeksi sampai mana titik kita berkesnian.
Kalau kita belum tahu, maka kembali ke pangkal,” kata karikatur kawakan asal Riau ini.
Sementara itu kurator Fachrozi Amri menyebutkan, 22 perupa dari lima provinsi ini menampilkan 25 seni rupa berbagai macam bentuk. Mulai dari seni lukis, kaligrafi hingga seni instalasi. Pameran kali ini, kata Fachrozi, memang sedikit berbeda.
”Selain ada perupa dari lima provinsi, kita mengusung tema Kembali Ke Pangkal, tajuk tersebut bisa dibaca representasi sikap kami terhadap fenomena berkesenian di mana Galeri Hang Nadim ber-locus: Riau. Ibarat sebuah perjalanan, kita sampai pada titik tanya, sudahkah kita di jalur yang benar? Atau sudah sampaikah kita?” kata pria yang sudah jadi kurator di 12 pameran tersebut.
Jawaban dari pertanyaan-pertanyan itu, seperti disebutkan Fachrozi, mungkin bisa saja ditemukan dan terjemahkan dengan persepsi masing-masing oleh 22 perupa. Maka masyarakat bisa melihatnya dari 25 karya rupa dari lima provinsi di Sumatera tersebut.(end)
Dua tas mencurigakan di Masjid Al-Khairat Sukajadi sempat diduga bom. Polisi pastikan hanya berisi barang…
RAPP peringati Bulan K3 2026 dengan upacara keselamatan kerja, tegaskan komitmen budaya kerja aman dan…
Sampah di Rengat tak terangkut tiga hari akibat alat berat TPA rusak. DLH pastikan layanan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menggelar fun walk dalam rangka Dies Natalis ke-4 Tahun 2026 sebagai…
Sebanyak 50.681 peserta PBI JKN di Rohul yang dinonaktifkan sejak Februari 2026 mulai direaktivasi melalui…
Renovasi jembatan gantung di Tanjung Betung yang didukung Polri diharapkan memperlancar mobilitas warga dan menjadi…