Categories: Nasional

Nggak Harus Mahal, Ternyata Kegiatan Gratis Ini Bisa Bikin Anak Bahagia

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dunia anak memang identik dengan dunia bermain. Orang tua pun mau tak mau membeli alat permainan untuk menunjang tumbuh kembang anaknya. Bahkan, sebagian ada yang mengeluarkan budget khusus untuk membeli mainan demi membahagiakan sang buah hati.

Padahal, bermain tak melulu perlu alat permainan. Hal itu dikatakan oleh dr Dian Dwi Sary SpA (K) IBCLC, divisi Tumbuh Kembang Ilmu Kesehatan Anak RSUD Arifin Achmad/FK Unri. Orang tua bisa mensiasatinya dengan kegiatan bermain yang gratis sekaligus mengandung nilai edukasi.

''Bermain tidak selalu bermain membutuhkan alat permainan. Sangat mungkin menggunakan alat, bahan, perangkat yang ada di rumah atau lingkungan sekitar," terangnya kepada Riaupos.co.

Dokter Dian melanjutkan,  kegiatan bermain dengan anak juga perlu disesuaikan dengan usia anak. Permainan anak yang edukatif dan kreatif, yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak, sesuai dengan usia dan tingkat perkembangannya, untuk pengembangan aspek fisik, bahasa, kognitif, sosial dan kemandirian," paparnya.

 Misalnya untuk anak usia 0-1 tahun, dianjurkan bermain cilukba, family band, melihat dab bicara serta mengenal anggota tubuh. Masing-masing memiliki manfaat besar bagi anak jika dilakukan secara tepat.

Salah satunya merangsang indera si kecil sekaligus bounding bagi orang tua.

Jika anak ayah bunda  berusia1-2 tahun, maka ayah bunda dituntut untuk lebih kreatif dalam menyajikan permainan. Misalnya membuat mobil-mobilan dari kardus, dapur bersuara, mencoret-coret dengan crayon dan kertas, serta bermaom bola.

"Dapur bersuara bisa diterapkan dengan mengamankan barang di dapur yang membahayakan, letakkan panci, wajan, sendok kayu berjajar, buat suara dari alat-alat dapur tersebut," jelasnya.

Sedangkan untuk anak usia 3-4 tahun, sudah bisa diajak bermain menangkap sesuatu dan kejar-kejaran di halaman rumah. Jika bosan, ayah bunda bisa beralih dengan bermain tebak suara dengan anak. Anak usia 3-4 tahun juga sudah bisa diajak bermain dengan pakaian.

"Caranya ambil beberapa kain  atau pakaian yang berbeda. Dorong anak untuk membuat kostum imajinasi dan bermain permainan sesuai kostum imajinasinya," papar dokter humble ini.

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Mantan Dirut PT SPRH Divonis 11 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi PI Rp64,2 Miliar

Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…

15 jam ago

Kebakaran Hebat di Jalan Belimbing Pekanbaru, Lima Kios Ludes Dilalap Api

Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…

16 jam ago

Rapat Banggar Berujung Kericuhan, Bentrokan Pecah di Gedung DPRD Riau

Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…

17 jam ago

Polisi Ungkap Temuan Baru Kematian Dokter PPDS di Siak, Dua Jenis Obat Disita dari TKP

Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…

18 jam ago

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

2 hari ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

2 hari ago