dicopot-dari-dirjen-pas-sri-puguh-sedih-enggak-maksimal-bekerja
JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami dimutasi menjadi Kepala Bagian Litbang. Ia juga mengaku kurang optimal dengan jabatannya yang dulu.
“Saya kok belum optimal. Karena ini belum selesai resolusinya. Kami kan punya 15 resolusi, yang sudah selesai Poknas. Sehari-hari juga saya selalu mendrill teman-teman,†kata Sri Puguh di kantor Ditjen PAS Kemenkumham, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (27/2).
Sebagai alumni Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP), kata Sri Puguh, dirinya merasa bahagia diberi kesempatan untuk memimpin Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Namun, dirinya mengaku sedih karean belum optimal saat memimpin Ditjen PAS.
“Saya menghormati dan sebagai perempuan hanya saya sedih. Saya kok enggak bisa maksimal bekerja,†ucap Sri Puguh.
Kendati demikian, dia merasa sangat bangga memimpin Ditjen PAS. Sebab, sebagai seorang perempuan yang feminim tidak mudah untuk memimpin Ditjen PAS yang sangat kompleks.
“Saya juga bahagia. Karena saya sudah duduk di sini. Enggak semua alumni bisa. Sebagi perempuan pertama bisa menduduki posisi Dirjen. Saya bersyukur banget diberi kesempatan,†jelas Sri Puguh.
Sebelumnya, Kepala Bagian Humas Ditjen PAS Rika Aprianti saat ditemui di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (27/2), mengatakan, surat keputusan mutasi tersebut diterima secara mendadak oleh Sri Puguh pada Rabu (26/2) kemarin.
Dia juga beralasan, acara laporan tahunan yang digelar di lantai 6 Gedung Ditjen PAS bukan perpisahan dari Sri Puguh.
“Ini memang sudah diagendakan sejak lama kebetulan pas banget,†tukas Rika.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Deslina
Roadshow Kopi Good Day Goes to School hadir di SMKN 4 Pekanbaru, menghadirkan hiburan, kreativitas,…
Satpol PP Rohul mengingatkan PKL agar tidak berjualan melewati pukul 01.00 WIB. Pelanggar jam operasional…
Kasus pencurian sawit dan narkoba mendominasi perkara di PN Bangkinang. Dari 3.532 perkara masuk, sebagian…
Jalan Langgam–Lubuk Ogung rusak parah akibat truk bertonase berat. Warga desak perbaikan dan penindakan tegas…
Sebanyak 667 mahasiswa PKH di Siak terdampak tunda bayar UKT dan biaya hidup akibat efisiensi…
Realisasi investasi Meranti 2025 mencatat rekor tertinggi dalam 10 tahun. Atas capaian itu, Pemprov Riau…