Categories: Nasional

Mahasiswa Indonesia di Wuhan Ingin Dievakuasi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 93 WNI yang sebagian besar mahasiswa masih terjebak di Wuhan, Cina. Itu menyusul kebijakan isolasi dari pemerintah setempat karena wabah virus korona jenis baru.

Meski semuanya sehat dan aman, namun tetap khawatir. Begitu juga orang tua mereka di tanah air. Seperti diketahui, sejumlah negara mulai menggulirkan wacana evakuasi warganya dari Wuhan. Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

"Kami semua sehat, dan baik-baik saja sampai sekarang. Tapi kalau ditanya soal evakuasi, ya inginnya sih dievakuasi. Keluar dari Wuhan. Tapi kami masih menunggu saja dan prepare apapun plan A-Z," kata para mahasiswa Indonesia di Wuhan yakni Gerard Ertandy, Yuliannova Lestari, dan Muhammad Aris Ichwanto saat berbincang dengan JawaPos.com lewat telepon, Ahad malam (26/1).

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan kemungkinan evakuasi tentunya tergantung pada situasi di Wuhan. Pasalnya saat ini kota Wuhan sedang diisolasi atau locked down.

Masyarakat di sana tak boleh ada yang masuk dan keluar. Meski begitu pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Cina untuk menjamin warga Indonesia di Wuhan.

"Caranya evakuasi bagaimana? Pertama, ya kita sudah tahu bahwa kota itu sudah di locked down. Artinya enggak boleh ada yg masuk dan keluar. Perlu Koordinasi yang baik, kalaupun mereka (WNI di Wuhan) keluar harus di-declare betul-betul, diperiksa dengan lengkap bahwa ini sudah bebas (korona)," kata Terawan dalam rapat koordinasi di Kementerian Perhubungan, Senin (27/1).

Selanjutnya, mahasiswa yang dievakuasi pun harus dipindahkan dulu di wilayah lain di Cina dan diinkubasi. Tujuannya untuk memastikan bahwa tak ada yang tertular virus korona.

"Sampai masa inkubasi selesai, kalau dicurigai ada bagaimana. Jadi kami sangat waspada, tidak usah khawatir," tegasnya.

Sementara Kebutuhan pangan di Wuhan masih terjamin meskipun ketersediaan sudah mulai langka. Terawan terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan logistik aman.

"Pemerintah sudah jelas, makanya tadi WNI di sana masih bisa pemesanan lewat online. Ternyata masih bisa, ada yamg masih bisa saling memberi. Saya tidak pikirkan itu administrasi enggak usah dipikir, yang paling penting kita selamatkan semua, jangan sampai jadi wabah," tegasnya.

Terawan menegaskan untuk ratusan WNI yang tersebar di Cina untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Semua WNI di Wuhan saat ini terus berkoordinasi dengan pihak KBRI dan Kementerian Luar Negeri untuk memantau situasi terbaru.

"Cara mencegahnya harus jaga imunitasnya yang baik, itu lebih murah lebih tepat, teori semua ada, kalau imunitas baik kita bisa melewati semua," tegas Terawan.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

17 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

18 jam ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

18 jam ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

18 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago