dua-anggota-kksb-papua-tewas
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Aparat TNI dan Polri terlibat kontak senjata dengan anggota kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua. Dalam kontak tembak itu, dua anggota KKSB dilaporkan tewas di Kampung Jupara, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw membenarkan insiden tersebut. "Memang benar ada laporan tentang terjadinya kontak tembak di Kabupaten Intan Jaya, Ahad (26/1), hingga menewaskan dua anggota KKB," kata Irjen Pol Paulus Waterpauw, Ahad (26/1).
Walaupun terjadi kontak tembak di Kabupaten Intan Jaya, dia menyatakan secara keseluruhan situasi di wilayah itu relatif kondusif. Sebelumnya pada hari Selasa (14/1) juga terjadi kontak senjata di Kampung Titigi, Distrik Agisiga. Dilaporkan satu anggota KKB tewas tertembak.
"Anggota diminta untuk selalu waspada," kata Irjen Pol Waterpauw.
Diberitakan sebelumnya, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menyikapi upaya kelompok masyarakat Papua yang berkeinginan memerdekaan diri dari Indonesia sebagai masalah penting yang harus segera diselesaikan. Sebab, upaya tersebut telah mengancam keutuhan bangsa.
"Kasus Papua merdeka ini udah dalam keadaan menurut saya kritis," ujar Hendropriyono di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Senin (23/12) lalu.
Dia menyebut gerakan sparatis di Papua sudah mulai diarahkan ke tingkat internasional. Bahkan baru-baru ini sebuah media asal Australia menyiarkan tanyangan terkait Papua yang dinilai Hendropriyono bernada provokatif. Kondisi seperti itu memang yang diharapkan kelompok sparatis ini. Mereka ingin mendapat pengakuan mata internasional. Oleh karena itu, aparat keamanan Indonesia tidak boleh lalai menangani kasus ini.
"Jangan dianggap enteng seruan dari komandan pasukan mereka itu yang menamakan dirinya Tentara Nasional Papua Barat, TNPB," imbuhnya.
Oleh karena itu, dia menganggap kelompok tersebut bukan sebatan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), melainkan sudah tergolong pemberontak. Karena sasarannya sudah bukan lagi aparat, melainkan warga biasa juga ikut dibantai.
"Kita masih saja menggangap mereka KKB kelompok kriminal bersenjata, bukan. Mereka ini adalah pemberontak. Masalah ini bukan kriminal saja," tegasnya.
Hendropriyono pun meminta agar pemerintah terkait seluruhnya serius menangani masalah Papua. Terutama dalam hal diplomasi internasional. Agar tidak ada dukungan terhadap gerakan sparatis Papua.
Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi
Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…
PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…
Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.
Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…
Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…
Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.