Categories: Nasional

Demo Tolak Lockdown di Belanda, Dua Orang Dipenjarakan

AMSTERDAM (RIAUPOS.CO) – Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menganggap para pedemo anti-pembatasan Covid-19 idiot karena memicu kerusuhan dalam demonstrasi selama beberapa hari terakhir.

"Ini adalah kekerasan murni yang berkedok demonstrasi. Ada banyak kekerasan di masyarakat karena kami telah lama berurusan dengan kesengsaraan virus corona," kata Rutte seperti dikutip Reuters pada Rabu (24/11/2021).

"Tapi saya tidak akan menerima tindakan orang-orang idiot ini yang menggunakan kekerasan murni hanya karena mereka tidak bahagia (dengan kebijakan pemerintah, red)," paparnya menambahkan.

Pemerintahan Rutte terpaksa menerapkan kembali pengetatan pembatasan Covid-19 seperti lockdown parsial hingga aturan wajib bermasker ketika Belanda dihadapkan dengan gelombang baru infeksi Covid-19.

Lebih dari 100 pedemo telah ditahan pihak berwenang sejak akhir pekan lalu. Sebuah sekolah di Rosendaal terbakar akibat ulah para demonstran yang menentang pembatasan Covid-19.

Jaksa di Belanda memvonis hukuman penjara kepada dua pemrotes. Keduanya dihukum karena melemparkan batu ke polisi selama kerusuhan di Rotterdam.

Seorang wanita yang diidentifikasi sebagai Sharon M, yang berasal dari kota tetangga Spijkenisse, dan seorang pria bernama Terence van den B, dari Delft, dijatuhi hukuman lima bulan penjara dengan penangguhan selama dua bulan.

Tak hanya itu, Sharon disuruh membayar uang sebesar EUR1.000  karena telah merusak mobil polisi. Kedua orang ini juga dilarang memasuki area perbelanjaan utama Coolsingel di Rotterdam selama satu tahun.

"Kamu berada di sana melemparkan batu kepada polisi. Kita melihat gambarnya bersama," kata jaksa CH van Breevoort-De Bruin, saat membaca vonis Terence van den B, seperti dikutip dari AFP.

"Diskusi ini masih jauh dari selesai, kerusuhan ini masih jauh dari selesai, dan begitu juga masalah Anda," tambahnya.

Mengutip Euronews, protes ini muncul setelah pemerintah Belanda memutuskan memberlakukan lockdown parsial untuk menekan angka penyebaran infeksi Covid-19.

Belanda sendiri menerapkan kembali beberapa tindakan lockdown kepada warganya sejak minggu lalu. Berdasarkan aturan itu, bar, restoran, dan toko-toko non-esensial lainnya diwajibkan tutup pukul 19.00 setidaknya selama tiga pekan mulai Sabtu (13/11).

Pemerintah juga mengimbau warga untuk bekerja dari rumah sebisa mungkin. Selain itu, acara olahraga juga tak boleh dihadiri penonton dalam beberapa pekan mendatang.

Sumber: AFP/Reuters/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Ribuan PPPK Paruh Waktu Rohul Belum Terima Gaji Januari 2026

Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…

5 jam ago

DPRD Meranti Tegas Tolak Kenaikan Tarif Ferry, Pengusaha Dipanggil Hearing

DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…

7 jam ago

Tiang FO Tumbang, Pemko Pekanbaru Dorong Jaringan Telekomunikasi Bawah Tanah

Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…

8 jam ago

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

1 hari ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

1 hari ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

1 hari ago