Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro berhasil dipadamkan petugas gabungan, Rabu (25/9). (dok. BNPB)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Indonesia yang rawan dilanda bencana alam membuat pemerintah memperbanyak anggaran untuk penanggulangan bencana. Tahun depan, pemerintah mengalokasikan dana penanggulangan bencana sebesar Rp5 triliun, atau meningkat Rp1 triliun.
“Pendanaan tanggap darurat bencana yang biasanya Rp 4 triliun, (nanti) sampai Rp 5 triliun,” kata Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani di Jakarta, Kamis (26/9).
Dana itu, kata Askolani, akan ditebar untuk tiga lembaga negara yang mengurusi bencana alam. Di antaranya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta Badan Informasi Geospasial (BIG).
Untuk BPPT dan BIG, ia mengatakan, dana akan difokuskan untuk mitigasi bencana. Sedangkan untuk praktiknya, lembaga negara bisa bekerja sama dengan Pemda setempat.
Di sisi lain, kata dia, pihaknya memastikan dana untuk mitigasi bencana 2019 masih tersedia hingga akhir tahun. Menurutnya, sebagian anggaran itu juga telah dicairkan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera.
“Masyarakat perlu diedukasi supaya bisa menanggulangi ke depannya, karena Indonesia memang rawan. Pemerintah sudah punya rencana jangka pendek dan menengah,” pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…
Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…
Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…
Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…
Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur tewaskan 15 orang. Korban terjebak hingga…