Categories: Nasional

Pimpinan KPK Tak Permasalahkan Penasihatnya Mengundurkan Diri

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata tidak keberatan bila Penasihat KPK, Mohammad Tsani Annafari mau mengundurkan diri dari jabatannya. Menurutnya, siapapun boleh mengundurkan diri lembaga antirasuah itu.

"Siapapun boleh mengundurkan diri. Pegawai juga boleh mengundurkan diri kalau merasa bahwa kiprahnya enggak maksimal atau merasa KPK bukan suatu lembaga yang menurut ideal," kata Alex di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (26/8).

Alasan Tsani berkeinginan mundur dari posisinya sebagai Penasihat KPK, karena merasa 20 Calon Pimpinan (Capim) KPK disebut tak memenuhi persyaratan dan diduag memiliki rekam jejak bermasalah. Namun, Alexander mengaku tak menyoal rencana pengunduran diri Tsani, lantaran menganggap kiprah KPK tak lagi ideal untuk ditempati.

"Karena diloloskannya calon pimpinan KPK yang bermasalah, menurut dia (Tsani)," ucap Febri.

Kendati demikian, Alex mengklaim bahwa kinerja Panitia Seleksi Capim KPK sudah melakukan sesuai proseduer dengan seleksi terhadap puluhan peserta capim KPK. Karena itu, Alex berharap masyarakat diminta percaya apa yang tengah dijalankan Pansel KPK dalam menentukan pimpinan KPK periode 2019-2023.

“Kita kan lihat pansel ini kan sudah mengakomodasi seluruh masukan dari masyarakat. Ya kita harus percaya pansel. Kalau nggak percaya pansel terus percaya sama siapa lagi. Pansel pasti lebih banyak punya data, selain masukan masyarakat juga data-data yang kita berikan,” pungkas Alex.

Sebelumnya, Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari menyatakan akan mundur dari jabatannya jika panitia seleksi calon pimpinan KPK meloloskan kandidat yang diduga melakukan pelanggaran etik. Menurutnya, kinerja Pansel akan terlihat setelah siapa yang terpilih menjadi pimpinan KPK periode 2019-2023.

"Enggak produktif kalau kita membicarakan kredibilitas Pansel, lebih baik kita memantau hasil kerjanya. Karena sebenarnya siapa dan apa itu Pansel tercermin pada hasil kerjanya nanti. Ada konflik kepentingan atau tidak itu tercermin dari siapa yang dipilih oleh mereka nanti," kata Tsani, Senin (26/8).

Secara tegas, Tsani menyampaikan, dirinya akan mundur dari jabatan penasihat KPK jika terdapat kandidat yang terindikasi melakukan pelanggaran etik terpilih menjadi pimpinan KPK. Sebab, KPK telah menyerahkan rekam jejak kandidat Capim kepada Pansel.

"Jadi kalau menyatakan orang ini bermasalah etik, karena kita kan menyerahkan rekam jejak ke Pansel Kemudian tetap lolos ya konsekuensinya saya tidak bisa jadi Pengawas KPK," tegas Tsani.

Tsani memandang, jika kandidat Capim KPK yang terindikasi mempunyai rekam jejak permasalahan etik akan berpengaruh pada kinerja lembaga antirasuah ke depan. Menurutnya, pegawai KPK enggam dipimpin oleh orang yang dipertanyakan integritasnya.

"Orang KPK tentunya enggak mau dipimpin orang yang bermasalah secara etik. Sehingga nanti akan berdampak pada kinerja atau probabilitas yang bersangkutan," tukas Tsani.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…

19 jam ago

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.

19 jam ago

Didukung Tokoh Riau, Prof Firdaus Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unri

Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…

19 jam ago

TKA Susulan Digelar 11-14 Mei, Ratusan Siswa Rohil Belum Selesai Ujian

Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…

20 jam ago

Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…

21 jam ago

Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…

21 jam ago