Categories: Nasional

Buku Bajakan Marak di Situs Belanja Online, Tere Liye Kritik Begini

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Darwis, penulis buku dan pemilik nama pena Tere Liye pada unggahan Facebook miliknya sampaikan keresahan soal penjualan buku bajakan yang marak pada marketplace situs belanja online.

Dalam postingan di facebooknya, Rabu (26/5), Tere Liye mengunggah tulisan Tere Liye Fans yang mengkritik pembajak buku.

“Buku Tere Liye yang dijual di Marketplace dengan harga 20.000 s/d 30.000 per buku, nyaris 100% bisa dipastikan adalah bajakan. Kalau memang tidak punya uang pinjam saja. gratis. atau download aplikasi perpustakaan nasional. lagi-lagi gratis,” tulis Ali Cs pada unggahan Bang Tere, sapaan akrabnya.

Maraknya buku bajakan yang dijual online itupun menuai komentar penulis buku ‘Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin’ tersebut. Tere Liye sampaikan keluhan sebagai penulis yang harus membayar semua pajak buku.

“Berhentilah egois sekali dengan semua pemahaman sempit kalian. Lantas memaki penulis bilang tidak ikhlas, kok penulis bego bisa kalah sama pembajak. Buku original itu harus membayar semua pajak, semua biaya2 selain biaya cetak. Pembajak itu tentu saja mereka bisa jual murah, karena mereka hanya bayar nol semua. Tinggal bajak, beres,” tegas Darwis.

Kasus pembajakan buku dan dijual murah di situs belanja online pun mengundang banyak komentar di media sosial. Sebagai penulis Boy Candra juga angkat bicara melalui ciutan Twitter miliknya.

“Nggak heran, banyak kawan-kawan penulis yang akhirnya malas buka suara menolak pembajakan. Toh, kadang mereka dibully oleh orang-orang yang justru katanya mencintai buku. Ngebela hak pekerja buku dan industri tempat bukunya tumbuh malah dibully. Dibilang pelit dan sebagainya,” jelas Boy Candra.

Dalam postingan lainya, Boy Candra menuliskan dukunganya sebagai penulis buku, ia menuliskan tidak menerima 100% keuntungan dari penjualan buku dan harus melawan pembajak buku.

“Di negara ini, buku seolah-olah produk penulis doang. Seolah-olah yang diuntungkan cuma penulis doang. Padahal penulis cuma nerima 10%-an royalti. Giliran promo dan pasang badan ngelawan pembajakan harus paling depan. Udah gitu dikatai sama orang-orang lain. Ya sudahlah,” tutup Boy Candra.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Ramadan 2026, Grand Zuri Pekanbaru Siap Jadi Lokasi Buka Puasa Bersama

Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…

2 hari ago

PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Sawit Bersertifikat, Dongkrak Produktivitas Petani

PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…

2 hari ago

Pakai Basis Varian Tertinggi, Destinator 55th Anniversary Edition Tampil Eksklusif

Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.

2 hari ago

Semarak Anniversary ke-7, The Zuri Hotel Ajak Mitra dan Tamu Donor Darah

Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…

2 hari ago

Mudah dan Aman, Beli Emas Kini Bisa Digital Lewat Aplikasi Tring Pegadaian

Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…

2 hari ago

Tiga Polsek di Pekanbaru Resmi Berganti Nama, Ini Daftarnya

Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.

2 hari ago