Categories: Nasional

Formalin, Rodamin, dan Borak Masih Ditemukan di Takjil

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Idulfitri dan Ramadan erat kaitannya dengan makanan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan pengawasan terhadap makanan yang beredar saat Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Kepala BPOM Penny K Lukito menyatakan bahwa ada penurunan temuan produk tidak memenuhi ketentuan. Misalnya pada jajanan berbuka puasa, ada penurunan temuan. Tahun lalu ada 1,77 persen makanan takjil yang diteliti mengandung formalin, rodamin, borak dan yang lainnya. "Ini merupakan hal baik tapi kita harus terus melakukan pengawasan," ujarnya, kemarin.

Penny menyatakan bahwa penurunan ini merupakan kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah dan UKM. Menurutnya kerja sama lintas sektor ini diperlukan. Ada beberapa program yang sudah dijalankan. Misalnya Program Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). "Serta pendampingan kepada pelaku usaha di saranan produksi dan peredaran," ungkapnya.

BPOM melaksanakan pengawasan pangan sejak 28 Maret hingga 6 Mei. Intensifikasi pengawasan pangan ini dilaksanakan oleh 73 unit pelaksana teknis (UPT) BPOM. "Target intensifikasi pengawasan ini difokuskan pada izin edar, kedaluwarsa, dan rusak di sarana peredaran," katanya. Tidak hanya tempat fisik, BPOM juga memelototi ecommerce. Menurutnya ecommerce harus diperhatikan karena masih banyak ditemukan makanan yang tidak layak makan.

Penny menyatakan dari 1.899 sarana peredaran yang diperiksa, terdapat 601 atau 31,6 persen sarana peredaran yang menjual produk pangan rusak, kedaluwarsa, dan tanpa izin edar. Jika dirincikan ada 576 sarana ritel, 22 distributor, dua gudang e-commerce, dan satu importir. Jumlah total temuan produk ada 2.594 produk. "Diperkirakan memiliki total nilai ekonomi mencapai Rp470.000.000," bebernya.

Lima jenis pangan tanpa izin edar terbanyak yang ditemukan adalah bahan tambahan pangan (BTP), bumbu siap pakai, makanan ringan ekstrudat, minuman berperisa, dan minuman serbuk kopi. Sementara lima jenis temuan pangan kedaluwarsa terbanyak adalah bumbu siap pakai, minuman serbuk kopi, minuman serbuk berperisa, biskuit, dan produk bakery. Lalu untuk pangan rusak yang paling banyak ditemukan adalah Susu Kental Manis (SKM), saus, ikan dalam kaleng, susu Ultra High Temperature (UHT), dan biskuit.(lyn/jpg)

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Polres Bengkalis Musnahkan 8,2 Kg Sabu dan 5.005 Pil Ekstasi

Polres Bengkalis memusnahkan 8,2 kg lebih sabu dan 5.005 pil ekstasi. Hingga Juli 2026, polisi…

12 jam ago

Harga TBS Sawit Riau Periode 29 Juli-4 Agustus 2026 Naik, Ini Besarannya

Harga TBS sawit mitra plasma Riau naik menjadi Rp3.985,26 per kg untuk periode 29 Juli-4…

12 jam ago

Kafe A Tak Berizin dan Sudah Tiga Kali Ditegur, Satpol PP Kuansing Siapkan Langkah Tegas

Razia pekat di Kuansing mengamankan dua LC dan minuman alkohol. Kafe A yang tak berizin…

13 jam ago

Polisi Temukan 8 Paket Sabu, Residivis Narkoba Kabur dengan Tangan Terborgol

Pria di Siak yang kedapatan membawa 8 paket sabu kabur ke semak dan kebun sawit…

13 jam ago

Waspada DBD! Kasus di Kuansing Melonjak, 100 Warga Terserang pada Mei

Sebanyak 251 kasus DBD tercatat di Kuansing dalam enam bulan 2026. Warga diminta waspada dan…

14 jam ago

Riau Pos-HSBL 2026 Series Dumai Dimulai, 12 Tim Pelajar Berebut Jadi yang Terbaik

Riau Pos-HSBL 2026 memasuki series Dumai pada 29 Juli-1 Agustus. Sebanyak 12 tim putra dan…

15 jam ago