Categories: Nasional

Nasib Putin Bisa seperti Hitler dan Napoleon Bonaparte

YOGYAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang menggunakan kekuatan besar-besaran dalam melancarkan invasi ke Ukraina dianggap akan bernasib sama dengan pemimpin Nazi, Adolf Hitler.

Pengamat dari Universitas Gadjah Mada, Muhadi Sugiono, mengatakan bahwa penggunaan kekuatan Putin terlalu agresif, sama dengan pasukan Hitler.

"Kekuatan yang sangat besar sering kali akhirnya jatuh karena dia terlalu agresif. Itu dulu kasus Hitler dan Napoleon Bonaparte, mereka jatuh karena setelah melakukan ekspansi," kata Muhadi.

Pernyataan Muhadi merujuk pada saat Hitler menjadi Kanselir Jerman dan berambisi ekspansi ke Eropa Timur pada 1941.

Ekspansi itu disebut untuk mengantisipasi penduduk Jerman yang membeludak. Mereka pun berupaya mendapatkan tambahan wilayah lain meski harus ditempuh dengan cara perebutan.

Selain Hitler, tokoh yang punya reputasi soal ekspansi yakni Kaisar Prancis era 1804-1814, Napoleon Bonaparte. Ia berhasil menguasai nyaris seluruh Eropa pada 1805.

Mereka fokus mengerahkan pasukan ke luar wilayah dan melupakan kondisi internal. Pihak oposisi lantas memanfaatkan kesempatan ini di dalam negeri.

"Secara internasional mereka ditekan dan itu membuka ruang oposisi di dalam," ucap Muhidi.

Ia kemudian menegaskan tak ingin menyamakan Putin dengan Hitler. Muhidi hanya ingin menyoroti bahwa kebijakan yang berdampak besar kerap menjadi bumerang.

Menurutnya, kebijakan itu biasanya menuai respons internasional yang luar biasa.

"Saya hanya ingin menunjukkan dalam sejarah Eropa, Napoleon akhirnya jatuh setelah mengambil tindakan besar yang menghasilkan perang," tutur dia.

Komunitas internasional kemudian merespons dengan melumpuhkan mereka. Napoleon ditangkap dan diasingkan, sementara Hitler pada akhirnya bunuh diri.

"Apakah kondisi yang terjadi saat ini akan mengikuti pola yang sama? Tentu perlu kajian lebih lanjut. Banyak hal yang perlu dilihat," kata Muhidi.

Namun, Muhidi juga menyoroti kepemimpinan Putin sekarang nyaris serupa dengan kondisi dalam sejarah sebelumnya.

Di awal invasi, banyak warga Rusia menggelar aksi menolak perang di Ukraina. Sementara itu, dari sisi internasional banyak negara yang mengecam Moskow dan menjatuhkan embargo hingga sanksi ekonomi. Rusia bak terisolir dari dunia global.

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), misalnya, dilaporkan akan mencabut Rusia dari daftar negara paling disukai atau most favoured nations. Imbasnya, Rusia akan dikenakan tarif impor lebih tinggi.

Alhasil, Rusia akan kelelahan dan kehabisan sumber daya jika tak setop invasi. Pengamat hubungan internasional dari Universitas Muhammadiyah, Fahmi Salsabila, menyatakan bahwa ini bisa menjadi awal mula kejatuhan Putin.

"Putin bisa habis karena energi terkuras habis untuk perang, sementara ekonomi dan kebutuhan rakyat akan terganggu karena embargo dan sanksi dari AS dan negara-negara pendukungnya," kata Fahmi.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

1 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

1 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

1 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

1 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago