Categories: Nasional

Oknum Polisi Pemukul Mahasiswa Demo di Medan Sudah Diamankan

MEDAN (RIAUPOS.CO) — Polda Sumut akhirnya angkat bicara terkait video oknum polisi yang melakukan pemukulan terhadap mahasiswa di halaman dekat basement gedung DPRD Sumut.

Mereka mengakui bahwa tindakan oknum polisi tersebut memang tidak sesuai Standard Operating Procedure (SOP).

Aksi beberapa oknum polisi itu terekam jelas saat memukuli seorang mahasiswa yang berhasil masuk ke dalam halaman gedung DPRD Sumut, di tengah-tengah kerusuhan pecah saat demo menuntut pencabutan UU KPK dan menolak RUU KUHP, Selasa (24/9). Video tersebut telah beredar luas di media sosial.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan mengatakan pukul 15.45 WIB terjadi rusuh, aparat keamanan dikomandoi Kapolrestabes Medan di-backup Polda Sumatera Utara menghalau mahasiwa untuk terpecah menjadi dua kelompok massa.

“Kemudian dari kejadian tersebut ada beberapa mahasiswa yang diamankan. Dari beberapa yang diamankan muncul video yang beredar di media sosial ada beberapa anggota melakukan penganiayaan, jadi banyak juga pertanyaan dari rekan media apakah itu sudah sesuai SOP. Itu tidak sesuai SOP, jadi setiap kita melakukan pengamanan tentu selalu ada arahan tidak boleh membawa senjata api, tidak boleh memukul di luar ketentuan perundang-undangan,” ujarnya Rabu (25/9).

Tatan menyebut dari video yang viral itu, Kapolda Sumut telah memerintahkan Kabid Propam untuk menyelidiki dan identifikasi.

“Jadi ada dua video yang kami dapatkan di media sosial kemudian ada satu tindakan anggota Polri dalam hal ini dari Dit Samapta yang menghina dan melakukan penghinaan,” jelasnya.

Tatan mengurai video pertama dimana seorang mahasiswa dihajar diambil dari atas dari gedung Bank Mandiri yang posisinya bersebelahan denga Gedung DPRD Sumut.

“Video pertama yang diambl dari atas itu sudah kita lakukan pemeriksaan terhadap 10 orang kemudian dari Sat Brimob dari Polda ada 3 orang dan Direktorat Samapta 5 orang sebagai saksi,” ujarnya

Dari video tersebut, Tatan mengatakan pihaknya sudah mengidentifikasi dua anggotanya yang terlibat. “Yang diduga melakukan pemukulan ada dua orang, Bripda MH dan Bripda MM dari Direktorat Samapta Kami masih melakukan pendalaman, apakah ada anggota lain melakukan penganiayaan tersebut,” ungkapnya.

Selain itu ada satu video lainnya yang diambil dari pintu samping DPRD Sumut, kata Tatan diduga pelakunya sama dengan yang pertama. “Saat dia melakukan di pintu itu saat mau kembali anggota tidak berseragam mengamankan mahasiswa, sambil melintas melakukan pemukulan. Bripda MH sama dengan pertama yang melakukan,” jelasnya.

Kemudian, pihaknya, kata Tatan juga memproses soal informasi anggota polisi yang melakukan penghinaan dan pemukulan terhadap salah satu anggota dewan DPRD Sumut, yaitu Pintor Sitorus.

“Oknum polisi pelaku pemukulan terhadap anggota dewan, sudah diamankan, anggota tersebut diduga Bripda FPS, ini saksinya dari rekan-rekan anggota dewan,” bebernya.

“Jadi sudah ada lima anggota Polda Sumut yang diamankan. Kami masih melakukan pendalaman terhadap anggota yang melakukan tindakan di luar prosedur. Jadi seluruhnya 12 polisi yang diperiksa, ada terduga yang melakukan tindakan di luar prosedur hukum ada lima orang, kemudian dari anggota dewan tiga (saksi),” pungkasnya. (nin)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

1 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

1 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

1 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

1 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

1 hari ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

1 hari ago