Categories: Nasional

309 Penumpang Dievakuasi

SURABAYA (RIAUPOS.CO) — Data pasti jumlah penumpang KM Santika Nusantara yang mengalami kebakaran di perairan Masalembu masih simpang siur. Hingga kemarin, Basarnas mengaku telah mengevakuasi 309 penumpang secara bertahap (24/8). Sementara manifest Perusahaan pelayaran hanya 277.

Sampai kemarin sebanyak 296 penumpang kapal telah telah tiba di Surabaya secara bertahap. Yakni sejak (23/8) malam sampai kemarin (24/8). Ada yang lewat laut dan lewat jalur darat. Terakhir ada sekitar 55 korban yang dibawa dari Masalembu menggunakan kapal KN Chundamani kemarin. Jumlah itu termasuk tiga korban yang meninggal dunia. Setibanya di Pelabuhan Tanjung Perak tiga korban meninggal lalu dibawa menuju ke RS Bhayangkara sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga.

Sementara itu sebagian besar korban selamat sudah pulang ke rumah masing masing. Sebagian lainya difasilitasi tempat penginapan di hotel Niaga di Surabaya.  Sampai pukul 18.00 kemarin (24/9), Basarnas meng-update jumlah penumpang kapal yang berhasil diselamatkan sebanyak 309 secara bertahap. Seperti 87 korban yang dibawa ke Pelabuhan Tanjung Perak sejak (23/8), malam. Dibawa menggunakan bis dari Kalianget sebanyak 154 korban.  Dan 57 Korban yang dibawa dari pulau Masalembu kemarin. Jumlah tersebut termasuk tiga korban yang meninggal dunia.

Namun jumlah tersebut tidak ketemu jika diakumulasikan dengan jumlah penumpang yang telah dievakuasi secara bertahap tadi. Mereka beralasan ada puluhan penumpang selamat yang pulang lebih dulu sebelum terdata. "Yang kami temukan sudah melebihi manifes. Jumlah manifest ada 277," kata Agus Haryono Kasubid Pengarahan Potensi dan pengendalian operasi SAR Basarnas.

Sementara itu, belum diketahui pasti apa penyebab kebakaran. Basarnas masih fokus pada pencarian korban. Sebab tidak menutup kemungkinan masih ada korban yang belum dievakuasi. Sementara, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diperkirakan baru bisa melakukan penyelidikan soal penyebab kebakaran setelah KM Santika Nusantara dingin. "Itu waktunya tidak sebentar. Bisa satu sampai dua pekan ke depan," tegas Deputy Bidang operasi dan kesigapan Basarnas Nugroho Budi Wiryanto kepada JPG, kemarin.(yon/jpg)

Editor: Arif

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

14 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

14 jam ago

Lima Tahun Direstorasi, Mangrove Teluk Pambang Bengkalis Kini Jadi Sorotan Dunia

Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…

14 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

14 jam ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

15 jam ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

16 jam ago