Categories: Nasional

Layanan Badal Haji Gratis bagi Jemaah yang Meninggal sebelum Wukuf

MAKKAH (RIAUPOS.CO) – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan bahwa layanan badal haji untuk para calon jemaah itu gratis alias tanpa biaya. Sertifikat badal haji juga akan diterbitkan sebagai bukti sahih bahwa jemaah yang berhalangan telah melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi (HDI) Kemenag Akhmad Fauzin mengatakan, jumlah jemaah yang dibadalhajikan masih terus dihitung.

”Pendataan jemaah wafat sampai dengan tanggal 9 Zulhijah jam 11.00 waktu Arab Saudi,” ujarnya di Jakarta, kemarin (24/6). Artinya, pencatatan badal haji dilakukan sampai menjelang wukuf.

Fauzin menjelaskan, ada sejumlah kriteria jemaah yang berhak mendapatkan layanan itu. Pertama, adalah jemaah yang meninggal dunia di asrama haji atau embarkasi. Berikutnya adalah jemaah yang wafat dalam perjalanan ke Arab Saudi. Misalnya wafat saat di pesawat. Berikutnya adalah jemaah yang sudah berada di Saudi, tetapi meninggal sebelum pelaksanaan wukuf.

”Kriteria berikutnya adalah jemaah yang tidak bisa menjalani safari wukuf,” ucapnya.

Kemenag nanti menyiapkan petugas badal haji. Untuk menjamin keabsahan, petugas itu wajib meneken pernyataan telah melaksanakan tugas badal haji. PPIH Arab Saudi akan menerbitkan sertifikat badal haji untuk kemudian diberikan kepada keluarga jemaah yang wafat atau kepada jemaah terkait kriteria di atas.

Di bagian lain, terkait tambahan kuota haji sebanyak 10 ribu dari pemerintah Arab Saudi, Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad menjelaskan bahwa informasi tersebut diperoleh saat Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan bertemu dengan putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pada Sabtu (18/6/2022) pekan lalu.

Aziz mengatakan bahwa kuota tambahan selalu ada hampir setiap tahun. Hanya, tahun ini informasi tersebut datang terlalu mepet dengan penyelenggaraan puncak ibadah haji.

”Sebetulnya kalau jumlah itu, katakan dua minggu sebelumnya, mungkin itu masuk dalam kuota yang sekarang,” katanya di kantor PPIH Daker Makkah kemarin dini hari.

Untuk mengurus tambahan kuota itu, lanjut dia, juga memerlukan proses panjang. Termasuk memikirkan pendanaan untuk biaya masyair. (*/wan/c9/bay/jpg)

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Peringati Waisak, PSMTI Riau Kumpulkan Ratusan Kantong Darah untuk PMI

PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…

14 jam ago

Kloter Pertama Haji Riau Berangkat dari Jeddah 4 Juni, Jemaah Diminta Patuhi Aturan

Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…

14 jam ago

Belasan Gajah Liar Masuk Kebun Warga di Rumbai, Tim Gabungan Bergerak Tengah Malam

Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…

14 jam ago

Program CKG Belum Diminati, Baru Setengah Juta Warga Riau Periksa Kesehatan Gratis

Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…

17 jam ago

Awas! Buaya “Beni” Kembali Muncul di Arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah

Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…

18 jam ago

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

2 hari ago