Categories: Nasional

Jemaah Haji Perlu Menjaga Sandal dan Mengingat Nama Terminal

MAKKAH (RIAUPOS.CO) – Indikator pengukur suhu di ponsel menunjukkan angka 43 derajat celcius saat jemaah Salat Jumat beringsut meninggalkan Masjidilharam, Jumat (24/6/2022) siang. Jalur menuju pintu keluar sesak. Nyaris tidak ada ruang longgar untuk para jemaah mempercepat langkah.

Itu adalah Salat Jumat kedua sejak kedatangan pertama jemaah haji Indonesia di Makkah pada musim haji 1443 H. Dibandingkan Jumat sebelumnya (17/6/2022), kondisinya lebih ramai. Maklum, jumlah jemaah haji yang masuk ke Makkah kian bertambah. Dari berbagai negara. Mengingat, masa puncak ibadah haji yang makin dekat.

Terik matahari menyambut para jemaah setibanya di ujung lorong jalur keluar Masjidilharam. Berikutnya, dari pelataran masjid menuju titik-titik penjemputan bus salawat -bus yang disediakan bagi jemaah haji Indonesia pulang ke pemondokan- menjadi perjalanan yang penuh peluh.

Di tengah kepadatan jemaah, dua perempuan dari Kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur, menyapa tim Media Center Haji (MCH). Bertanya arah pulang. Yang mereka tahu, lokasi hotelnya di kawasan Mahbas Jin. Tanpa paham harus ke terminal mana kaki mereka melangkah.

Nahas, suami dari salah satu jemaah perempuan itu terpisah dari rombongan. Padahal, dia yang membawa tas berisi sandal mereka. Jadilah, mereka harus berjalan dengan telanjang kaki. Bukan perkara nyaman di saat panas begitu menyengat. Hingga petugas membantu mencarikan sandal pengganti.

Insiden “terpisah” dengan sandal tidak hanya dialami dua jemaah perempuan itu. Ada jemaah lain yang terpaksa harus berjalan tanpa alas kaki karena sandal yang tidak disimpan sendiri saat masuk Masjidilharam.

Kejadian-kejadian itu menjadi pelajaran bagi para jemaah haji untuk selalu membawa sendiri alas kakinya saat masuk masjid. Jangan dimasukkan dalam satu tas, lantas dibawa atau dititipkan pada orang lain dalam rombongannya. Itu sebagai antisipasi jika ada yang terpisah dari rombongan. Terlebih, alas kaki menjadi perlengkapan wajib kala beraktivitas di tengah cuaca panas di Tanah Suci.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tidak henti-hentinya mengingatkan jemaah untuk selalu menggunakan alas kaki. Kepala Seksi Kesehatan PPIH Daker Makkah dr Muhammad Imran dalam sebuah kesempatan wawancara menuturkan, kejadian di Madinah, ada sekitar delapan kasus kaki yang melepuh karena kehilangan sandal saat ibadah di masjid. ”Maka, kami anjurkan jemaah ketika masuk masjid, sandalnya dibawa, masukkan kantong plastik,” katanya.

Hal lain yang harus diingat para jemaah haji Indonesia saat beraktivitas di Masjidilharam adalah mengingat di terminal mana mereka naik dan turun dari bus salawat. Juga, menghafal nama atau nomor hotel tempat menginap.

Untuk diketahui, ada tiga terminal di sekitar Masjidilharam yang menjadi pemberhentian bus salawat. Yakni, Bab Ali, Syib Amir, dan Jiad.

Terminal Bab Ali melayani bus salawat rute menuju Mahbas Jin yang ditandai stiker berwarna putih dengan nomor 1. Lalu, Syib Amir untuk bus rute Syisyah (stiker warna biru dengan nomor 2), rute Raudhah (stiker warna hijau dengan nomor 3), dan rute Jarwal (stiker warna hitam dengan nomor 4). Serta, terminal Jiad yang melayani bus sawalat rute Misfalah dengan stiker warna coklat dengan nomor 5.

”Format stiker ini dibuat untuk memudahkan jemaah. Jika ada jemaah yang tidak bisa membaca tulisan rute, bisa mengingat nomor atau warna,” terang Kasi Transportasi Daker Makkah Asep Subhana.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

2 hari ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

2 hari ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

2 hari ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

2 hari ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

2 hari ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

2 hari ago