jokowi-larang-mudik-wali-kota-solo-sebut-sudah-telat
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan kebijakan larangan mudik bagi seluruh masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Namun, larangan tersebut dinilai Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo telah terlambat.
"Itu sudah telat. Lha semuanya sudah pada mudik. Tapi, kalau PNS, TNI/Polri tidak mudik, itu memang wajib," ucap Rudy seperti dikutip Radar Solo (Jawa Pos Group), Jumat (24/4).
Apakah memungkikan jika ruas jalan masuk Solo dijaga guna mecegah pemudik yang masuk? Rudy menilai, hal tersebut merupakan langkah yang sia-sia. Apalagi jalan masuk Solo sangat banyak, mengingat Kota Solo dikelilingi kabupaten-kabupaten lain di kawasan eks Karesidenan Surakarta.
Sehingga langkah yang paling tepat adalah mencegah mereka yang belum terlanjur mudik untuk tetap berada di daerah perantaun masing-masing. "Kalau bisa sekalian layanan transportasi umum antarprovinsi diberhentikan," kata Rudy.
Jika masih ada yang nekat mudik, kata Rudy, warga Solo telah satu suara. Yakni supaya pemudik dari luar kota langsung dikarantina di rumah karantina yang disiapkan pemko.
"Siapa pun kalau dari Jakarta, karantina dulu 14 hari di Grha Wisata Niaga. Termasuk pejabat, VVIP, iya harus karantina kalau dari Jakarta. Tapi kok VVIP yang buat kebijakan, malah melanggar, ya tidak mungkin," pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Polres Kuansing bersama Polda Riau menindak 16 lokasi PETI dan memusnahkan 48 rakit dalam sepekan.…
Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…
RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam berhasil mempertahankan akreditasi internasional JCI untuk keempat kalinya, bertepatan…
Polres Inhu menangkap empat tersangka pengedar narkoba, termasuk oknum ASN. Polisi menyita sabu 12,94 gram,…
Kasus malaria meningkat di sejumlah wilayah Rohil. Komisi D DPRD Rohil akan memanggil Diskes untuk…
Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru baru 60 persen dan mangkrak berbulan-bulan. Wali Kota Agung Nugroho mengancam…