Categories: Pekanbaru

Geram Proyek Pasar Bawah Mangkrak, Wali Kota Pekanbaru Ancam Putus Kontrak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho geram melihat revitalisasi Gedung Pasar Wisata Pasar Bawah yang tak kunjung selesai. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (30/7/2026), Agung memberikan peringatan tegas bahwa kontrak pengelolaan bisa diputus apabila proyek yang telah berbulan-bulan mangkrak itu tidak segera dituntaskan.

Kondisi proyek tersebut menjadi perhatian Agung setelah dirinya menerima laporan dari masyarakat, terutama para pedagang yang terdampak akibat pembangunan yang belum rampung. Padahal, berdasarkan rencana awal, revitalisasi Pasar Bawah seharusnya sudah selesai sejak 2025.

“Kita lihat laporan masyarakat, salah satunya pembangunan yang tidak selesai. Ini sudah tiga bulan lebih mangkrak pembangunannya,” kata Agung di sela-sela sidak.

Hingga pertengahan 2026, progres revitalisasi Pasar Bawah baru mencapai sekitar 60 persen. Kondisi itu tidak sesuai dengan perjanjian kerja sama yang sebelumnya disepakati antara Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan pihak pengelola.

Agung mengatakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah memberikan dua kali surat peringatan kepada pengelola. Selanjutnya, Pemko Pekanbaru akan melayangkan surat peringatan ketiga.

Tak hanya itu, Pemko juga berencana mempertemukan pengelola, kontraktor, serta perwakilan pedagang dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka persoalan yang menjadi penyebab terhentinya pembangunan sekaligus mencari jalan keluar bersama.

“Kalau tidak selesai juga setelah peringatan ketiga ini, kita putus kontrak. Maka akan diaudit,” tegasnya.

Agung menegaskan, Pemko Pekanbaru tidak ingin persoalan pembangunan tersebut terus berlarut-larut. Jika kontrak akhirnya diputus, pemerintah kota siap mengambil alih proses penyelesaian proyek tersebut.

Menurutnya, Pasar Bawah memiliki posisi penting sebagai salah satu ikon Kota Pekanbaru. Karena itu, pasar tersebut harus segera diselesaikan dan kembali berfungsi sehingga aktivitas para pedagang tidak terus terganggu.

“Mangkrak ini, pertama adalah karena pembiayaan. Pembiayaan antara kontraktor dan pengelola. Ini yang mau kita dudukkan secara terbuka. Kalau tidak sanggup, akan diambil alih Pemko,” pungkasnya.

Rindra

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

6 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

6 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

6 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

6 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

7 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

18 jam ago