Categories: Nasional

Menko Airlangga Tanam Sawit dan Cek Ketersediaan Migor di Riau

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Didampingi Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan penanaman perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) kemitraan strategis di Kampung Libo Jaya Kecamatan Kandis Kabupaten Siak, Kamis (24/2).

Selain melakukan penanam peremajaan sawit perdana secara simbolis, Menko Bidang Perekonomian juga melakukan seremonial panen sawit program replanting sawit di Provinsi Riau.

Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut dalam rangka melihat pelaksanaan penanaman sawit rakyat yang merupakan program yang sudah diagendakan oleh pemerintah yang targetnya pertahun 180 ribu hektar dan di Riau sendiri targetnya 14 ribu hektare.

"Ini untuk melihat penanaman sawit rakyat yang merupakan program yang sudah diagendakan oleh pemerintah," ucapnya.

Setelah dari Siak, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan meninjau Pasar Bawah Pekanbaru. Di sana dilakukan pengecekan bahan pokok terutama minyak goreng (migor).

"Kalau untuk stok minyak goreng di Riau banyak, Riau kan salah satu daerah penghasil," kata Menko Perekonomian Airlangga.

Saat ditanyakan terkait masih adanya masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng murah, baik di pasar tradisional maupun ritel modern yang sudah ditunjuk. Menko Perekonomian menyebut bahwa kendalanya ada pada pendistribusian.

"Distribusi minyak goreng bersubsidi ke pasar tradisional itu masih tersendat, makanya kami berharap ini lebih cepat lebih baik. Ini akan kita dorong supaya distribusinya dari distributor diperlancar," kata Airlangga.

Terkait minyak goreng tersebut, sebelumnya Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengumpulkan para distributor minyak goreng di Riau, untuk mengetahui ketersediaan minyak goreng di pasaran.

"Kami sudah melakukan pertemuan dengan para pengusaha atau distributor minyak goreng di Riau. Pertemuan tersebut untuk mengetahui permasalahan dalam distribusi minyak goreng di Riau," kata Gubri.

Usai pertemuan tersebut, diketahui bahwa tidak ada pengurangan stok minyak goreng di Riau. Namun kelangkaan yang terjadi akibat permintaan yang cukup tinggi.

"Tidak ada pengurangan stok, terjadi kelangkaan karena permintaan tinggi. Kalau masyarakat membeli sesuai kebutuhan saja,  sebenarnya cukup," ujarnya.(sol/adv)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Penuh Tawa dan Energi, Roadshow Kopi Good Day Hibur Siswa SMKN 4 Pekanbaru

Roadshow Kopi Good Day Goes to School hadir di SMKN 4 Pekanbaru, menghadirkan hiburan, kreativitas,…

15 jam ago

PKL Jualan Lewat Jam 01.00 WIB di Rohul Siap-siap Ditertibkan

Satpol PP Rohul mengingatkan PKL agar tidak berjualan melewati pukul 01.00 WIB. Pelanggar jam operasional…

15 jam ago

Pencurian Sawit dan Narkoba Dominasi Perkara di PN Bangkinang

Kasus pencurian sawit dan narkoba mendominasi perkara di PN Bangkinang. Dari 3.532 perkara masuk, sebagian…

16 jam ago

Jalan Langgam–Lubuk Ogung Rusak Parah, Truk Bertonase Berat Disorot

Jalan Langgam–Lubuk Ogung rusak parah akibat truk bertonase berat. Warga desak perbaikan dan penindakan tegas…

16 jam ago

Efisiensi Anggaran, Ratusan Mahasiswa PKH Siak Alami Tunda Bayar

Sebanyak 667 mahasiswa PKH di Siak terdampak tunda bayar UKT dan biaya hidup akibat efisiensi…

16 jam ago

Investasi Meranti Melonjak, Pemprov Riau Pasang Target Rp1,5 Triliun

Realisasi investasi Meranti 2025 mencatat rekor tertinggi dalam 10 tahun. Atas capaian itu, Pemprov Riau…

17 jam ago